JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar di Bali, 30-31 Maret kemarin menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum periode 2013-2015.
Dengan dalih agar tidak mengganggu kinerja pemerintahnya yang sisa satu ini, SBY mengangkat Sekretaris Majelis Tinggi PD, Syarief Hasan sebagai Ketua Harian.
Beban kerja Syarief-pun jelas semakin berat selain dirinya juga menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM. Namun, istri Syarief yang juga sibuk di Gedung Parlemen sebagai Anggota DPR Fraksi PD tak mempermasalahkan tentang bertambahnya beban kerja suaminya itu.
Inggrid hanya berpesan agar suaminya itu berhati-hati dengan intrik politik terkait korupsi. Dia juga berharap langkah-langkah yang diambil Syarief dalam menjalankan tugas Ketua Harian sesuai dengan koridornya.
"Kalau pesan saya sih, bapak Syarief harus waspada, harus hati-hati dalam melangkah. Melangkah dalam koridor yang lurus, jangan sampai terlibat intrik-intrik dalam hal korupsi. Itu point-pointnya," kata Inggrid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4/2013).
Mengenai kesehatan Syarief rutin berolahraga bersama dengan keluarga setiap pagi. Disamping itu Syarief juga selalu disiplin dalam hal asupan makanan agar stamina tetap sehat. "Life style bapak sangat dijaga, tiap pagi olahraga bareng di rumah. Makan teratur," kata Anggota Komisi VIII DPR itu.
Namun saat ditanya tentang tantangan apakah Syarief bisa maksimal menjalan kedua jabatan yang sangat vital, baik sebagai Menteri Koperasi dan UKM serta Ketua Harian Demokrat, dia berharap berharap publik memberikan peluang terlebih dahulu dan tidak menjustifikasi bahwa Syarief tidak akan mampu melakukannya. Semua itu kata dia, akan terjawab kinerja yang dilakukan Syarief kedepan.
"Saya rasa kita harus menghormati keputusan pak SBY menunjuk pak Syarief. Karena itu terkait dengan eksistensi dengan Demokrat sendiri. Harus ada pendapat yang berimbang, jangan menapikan kinerja. Kita lihat dulu kinerjanya dan biar amanah yang dijalankan menjawabnya nanti," jelas dia.
Kata dia, penunjukan Syarief sebagai Ketua Harian oleh SBY tentu sudah dengan pertimbangan matang. Bahkan keputusan itu juga telah mengakomodir semua suara dari berbagai DPC, dan DPD Partai Demokrat.
"Pak Syarief pasti dilihat pak SBY tentang track recordnya. Lalu yang saya ketahui pak Ketum meminta pandangannya, smua pendapat diakomodir. Penunjukan itu sudah mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Saya kira berikanan pendapat berimbang dulu. Jangan pesimis, biarlah kinerja dulu yang bicara," tegas dia.
Seperti diketahui, setelah dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Syarief Hasan sebagai Ketua Umum Harian PD, lalu EE Mangindaan sebagai Ketua Dewan Pembina Harian PD, dan Marzuki Alie sebagai Wakil Majelis Tinggi PD. Itu dilakukan, mengingat SBY memangku rangkap jabatan selain Ketua Umum, yakni sebagai Ketua Dewan Pembina, Ketua Dewan Kehormatan, Ketua Majelis Tinggi, dan sekaligus sebagai Presiden RI. Itu dilakukan SBY dengan maksud agar semua tugas pokoknya tetap berjalan optimal.
(K. Yudha Wirakusuma)