2 Orang Tewas & 3 Lainnya Kritis saat Menggali Sumur

Markus Yuwono, Jurnalis
Rabu 03 April 2013 16:38 WIB
Ilustrasi
Share :

GUNUNGKIDUL - Dua orang tewas dan tiga lainnya kritis saat menggali sumur di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Mereka menghirup gas beracun yang keluar dari mesin pemompa air.

Berdasarkan informasi, awalnya para korban Andi Pinoleh (30), Winarno (40), Sumarmin (30), dan Herman (29), menggali sumur milik seorang warga bernama Suyadi (50). Setelah menggali sejauh sembilan meter, sebenarnya mereka sudah menemukan air. Namun khawatir air yang keluar keruh, keempatnya berinisiatif menguras sumur dengan menggunakan pompa air.

"Pertama kali yang masuk ke dalam sumur Andi dengan membawa mesin pemompa air untuk menguras sumur," ungkap Wasiyo (47) warga setempat ketika ditemui wartawan di sela-sela evakuasi korban, Rabu (3/4/2013).

Saat di dalam sumur, sambungnya, diduga karena menghirup gas buang mesin pemompa, andi terlihat lemas. Winaro, rekannya kemudian ikut turun untuk menolong korban menggunakan tali. Namun, tali pengikat yang dipegangnya putus hingga Winaro pun terjerembab ke dalam sumur.

"Dua-duanya jadinya turut masuk ke dalam sumur dan dalam kondisi lemas," imbuhnya.

Melihat keduanya semakin lemas, dua rekan lainnya beserta pemilik sumur berusaha menolong. Nahas mereka juga turut lemas, meski berhasil menarik Winarno. Nyawanya sudah tidak tertolong saat perjalanan ke RSUD Wonosari. "Winarno sudah meninggal di perjalanan, dan tragisnya ketiganya ikut menghirup gas beracun dan kini dirawat," bebernya.

Sementara itu, warga lainnya Harjo Daliman, mengatakan, korban Andi baru bisa dievakuasi berselang dua jam kemudian dalam kondisi meninggal juga. "Warga lalu menghubungi Polsek Nglipar dan SAR untuk menolong Andi yang masih di dalam," ujarnya.

Kapolsek Nglipar, AKP Agus Sunarno, menjelaskan peristiwa nahas yang nimpa Andi dan Winarto murni kecelakaan. Diduga kuat kedua korban tewas karena menghirup gas beracun yang keluar dari mesin pemompa air. "Korban diduga menghirup gas buang pompa air," terangnya.

Menurutnya, mesin pemompa tidak perlu dimasukkan ke dalam sumur, karena gas buangnya berbahaya. "Pemeriksaan visum luar pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kedua jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya