Kandidat Perempuan Miliki Kelebihan di Pilkada

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis
Senin 08 April 2013 21:43 WIB
Ilustrasi Okezone
Share :

JAKARTA - Belakangan kandidat perempuan yang maju dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), semakin marak. Hampir disetiap ajang Pilkada, kandidat perempuan selalu menjadi kuda hitam yang mampu mengganggu perolehan suara calon terkuat.

Bahkan ada juga yang muncul sebagai pemenang. Seperti Rieke Diah Pitaloka di Pilkada Jawa Barat yang berhasil menyalip ke peringkat kedua dan Tri Rismaharini yang terpilih sebagai Walikota Surabaya.

Pengamat politik Universitas Hasanudin Hasrullah menilai bahwa kandidat perempuan memiliki kelebihan sendiri dibandingkan kandidat laki-laki.

”Banyak nilai lebih yang dimiliki kandidat perempuan. Selain memang mereka memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap berbagai persoalan di masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, keindahan dan lingkungan hidup, mereka juga punya peluang besar karena jumlah pemilih perempuan selalu jauh lebih besar dibanding laki-laki,” papar Hasrullah, Senin (8/4/2013).

Contoh nyata, lanjut Hasrullah, adalah kepemimpinan Tri Rismaharini di Kota Surabaya. Menurut penilaian saya, sejak dipimpin Tri Rismaharini. "Kota Surabaya jadi lebih tertata apik dan indah," singkatnya.

Terkait peluang kandidat perempuan di ajang Pilkada, hal yang sama juga bisa terjadi di Pilkada Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang akan dihelat September 2013. Sejumlah nama kandidat sudah bermunculan. Meski, wajah lama masih mendominasi pesta demokrasi Kota Makassar, namun nama-nama baru dari kandidat perempuan pun muncul. Salah satunya adalah Apiaty Amin Syam, istri mantan Gubernur Sulsel Amin Syam. Dan Amin Syam dikenal sebagai mantan gubernur yang memiliki massa grassroot yang loyal hingga kini.

Biasanya, menurut Hasrullah, kandidat perempuan yang mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan yang dikemas dalam program riil terkait gerakan feminisme akan jauh lebih berpeluang meraih suara besar ketimbang wajah-wajah lama.

”Namun dengan catatan, harus memiliki pendekatan persuasif dan program riil yang matang sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang akan memilihnya. Karena jika tidak, tidak akan menjadi kuda hitam,” terangnya.

Peluang Apiaty menjadi kuda hitam di Pilkada Kota Makassar, menurut Hasrullah, besar. Hal tersebut karena dia berpengalaman sebagai pejabat di birokrasi dan memiliki jaringan kuat di Sulsel. Selain itu, dia juga sudah menunjukan kiprahnya sebagai kaum perempuan yang aktif memperjuangkan kemanusiaan serta feminisme.

”Namun, itu baru track record. Berikutnya, tinggal bagaimana dia mampu membangun komunikasi politik yang baik kepada masyarakat sehingga masyarakat yakin akan memilih dirinya,” ujar dosen Komunikasi Politik Universitas Hasanudin ini.

Sekedar diketahui, Apiaty Amin Syam adalah istri mantan Gubernur Sulsel Amin Syam yang dikenal aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Terhitung, ada 21 organisasi yang diketuai Apiaty di tingkat Provinsi Sulsel.

(K. Yudha Wirakusuma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya