Korban Bom Boston Menjerit-jerit di Rumah Sakit

Aulia Akbar, Jurnalis
Selasa 23 April 2013 03:23 WIB
Foto : Korban bom Boston (NBC)
Share :

BOSTON - Para perawat di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), menceritakan bagaimana situasi di rumah sakit yang sedang menerima korban bom Boston. Para korban itu terus menjerit dan menangis karena diamputasi.

Seminggu setelah tragedi berdarah itu berlangsung, jeritan para korban masih menghantui perawat-perawat Boston. Mereka pun terus bekerja untuk menenangkan pasien-pasien yang tertekan itu.

"Pasien-pasien ini ketakutan, mereka berteriak, dan menangis," ujar perawat di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Megan Prevatt, seperti dikutip Associated Press, Selasa (23/4/2013).

"Kami harus melawan rasa khawatir kami, memegang tangan mereka dan menyelimuti kaki mereka," ujar perempuan yang merawat 22 orang itu.

Beberapa korban bom itu terlihat marah, sedih, dan juga lelah. Sementara itu, mereka juga terganggu karena Dzhokhar Tsarnaev masih hidup dan berada di rumah sakit.

Para perawat di rumah sakit tersebut menarik pecahan bom dan paku dari luka-luka korban. Mereka juga didampingi oleh aparat keamanan yang ikut memeriksa luka korban. Meski demikian, beberapa perawat justru ketakutan karena mendengar jeritan korban.

Peristiwa ledakan bom di Boston terjadi pada pekan lalu tepat pada saat pertandingan maraton berlangsung. Tiga orang warga tewas dalam peristiwa itu, namun ratusan lainnya terluka. Salah seorang warga yang tewas merupakan seorang warga China.

Sebelumnya, dikabarkan pula bahwa para korban ledakan itu telah kehilangan anggota tubuhnya. Para perawat di rumah sakit tidak pernah berhenti menenangkan mereka dan mencoba meyakinkan bahwa mereka saat ini selamat.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya