DAMASKUS - Penggunaan senjata kimia dalam peperangan di Suriah dikabarkan terus berkembang. Kondisi tersebut membuahkan kekhawatiran dari beberapa negara barat yang menilai penggunaan senjata itu sangat mengganggu.
"Perkembangan yang terjadi sangat menganggu. (Penggunaan senjata kimia) akan meningkat statusnya menjadi kejahatan perang dan melewati garis batas dari komunitas internasional," ujar Perdana Menteri Inggris David Cameron, seperti dikutip Reuters, Jumat (26/4/2013).
Sebelumnya, pihak Gedung Putih menyuarakan keyakinan bahwa ada beberapa bukti yang menunjukkan Pemerintah Suriah menggunakan gas sarin dalam skala kecil terhadap pihak oposisi. Tetapi bukti yang didapat dianggap tidak cukup konklusif untuk mengubah keputusan AS.
Selama ini, beberapa politisi di AS terus menyuarakan agar Pemerintahan Presiden Barack Obama melakukan intervensi militer di Suriah. Melihat jumlah korban yang kini mencapai 70 ribu dan kecurigaan adanya penggunaan senjata kimia, membuat suara-suara desakan itu makin besar.
Presiden Obama sempat mengatakan bahwa penggunaan senjata kimia di Suriah akan menjadi penentu kemenangan dari perang. Hal tersebut juga menjadi penentu keputusan AS untuk melakukan intervensi di Suriah atau tetap berdiam diri.
(Fajar Nugraha)