SLEMAN- Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta meneliti benda yang diduga fosil binatang di rumah Subur. Pria ini menemukan benda langka tersebut saat bekerja di sekitar Kali Opak.
Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan, BPCB Yogyakarta, Wahyu Astuti, mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan satu tim yang terdiri dari tiga orang untuk dilakukan penelitian dan analisis lebih lanjut.
Salah satu dari tim yang datang yaitu seorang arkeolog (ahli cagar budaya). Benda tersebut akan terus diteliti dengan berkoordinasi dengan tim dari Sangiran, yaitu museum purbakala yang berada di Kalijimbe, Sragen, Jawa Tengah, dimana ditemukannya fosil purbakala yang merupakan situs dunia.
"Benda itu sekarang sudah berada di ruang perlindungan, kantor kami," ujarnya.
Hasilnya nanti akan digunakan acuan, kalau itu sudah dipastikan cagar budaya, baru akan dilakukan eskafasi (penggalian) lingkup kecil atau teststit. Kriteria penilaian benda itu termasuk cagar budaya atau bukan, nantinya dilihat dari jenis fosil apa, bagian, dan berapa usianya.
"Kalau itu memang fosil, justru bernilai lebih dibandingkan yang ditemukan di Sangiran, sebab daerah itu (Kali Opak) selama ini jarang ada temuan," ujarnya.
Sebagaimana yang diketahui, benda mirip fosil ditemukan oleh Subur (45), warga Hunian Tetap (Huntap) Pagerjurang, Rt 1/1, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, pada Jumat, 3 Mei.
Benda itu ditemukan di jurang Kali Opak yang merupakan sungai berhulu Merapi saat dirinya sedang menebang bambu. "Kalau dihitung jaraknya, sekira 12 kilometer dari puncak," kata Subur terpisah.
(Kemas Irawan Nurrachman)