Bocah 12 Tahun Menderita Tumor Ganas

Misbahol Munir, Jurnalis
Kamis 09 Mei 2013 08:02 WIB
Saan Mustopa
Share :

JAKARTA - Sadi, bocah 12 tahun, warga Kedungbundu, RT10/RWO3, Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kerawang menderita tumor ganas. Sadi sudah menderita tumor sejak 2011 lalu.

Anak dari pasangan Karyadi dan Oom ini yang awalnya memiliki berat badan 25 kilogram (kg) kini menyusut menjadi 17 kg. Anak tersebut semakin kering kerontang, sementara tumornya yang berada dilehernya terus membesar.

Menurut penuturan ayahnya, Karyadi kepada Okezone saat ditemui di rumah singgah RSCM Jakarta Pusat, anaknya sudah mendapat perawatan dari Rumah Sakit Umum Daerah Karawang.

Mulanya, anaknya mengeluh pusing. Lama kelamaan anaknya saat mengeluh pusing, selalu jatuh pingsan. Akhirnya, kedua orang tua Sadi membawanya ke Puskesmas. Namun, pengobatan dari Puskesmas tak ada hasilnya. Lalu, Sadi di bawa ke RSUD Karawang, dan sempat dirawat selama dua minggu.

RSUD Karawang memvonis Sadi terjangkit Karsinoma yaitu tumor yang menular (sangat ganas) berasal dari jaringan epitel. Namun, tak lama kemudian RSUD Karawang meminta Sadi dirujuk ke RS Ali Sadikin Bandung.

“Awalnya pusing dan sempat pisang, bahkan saat pusingnya kambuh Sadi langsung pingsan. Sempat di rawat dua minggu di RSUD Karawang, saat itu benjulannya diketahui masih kecil dan belum divonis tumor. Jelang dua minggu, dokter memvonis Sadi dengan Karsinoma, lalu dua minggu enggak sanggup di rujuk ke Bandung,” cerita Karyadi, Rabu (8/5/2013) malam.

Ketika dirujuk ke RS Ali Sadikin Bandung, dokter pun memvonis hal yang sama bahwa Sadi terjangkit tumor ganas. Parahnya lagi, tumor tersebut sudah memasuki stadium empat. Terpaksa Karyadi yang bekerja sebagai kuli serabutan merawat anaknya di Bandung selama enam bulan. Meski tak memiliki dana yang cukup bahkan kedua orang tuanya Sadi harus memungut sisa makanan untuk bertahan dan bisa menyambung hidup demi kesembuhan anak satu-satunya itu.

Tak tega melihat tumor Sadi semakin besar, Karyadi sempat meminta dokter agar melakukan sinar x. Tapi, dokter tak mengijinkan. Selain dikhawatirkan menyebar kemana-mana, dokter menyarankan agar kedua orang tua Sadi bersabar dan menunggu hasil reaksi pengobatan selama perawatan berjalan dari RS Ali Sadikin Bandung.

Perawatan selama enam bulan di RS Ali Sadikin Bandung juga tak menemukan hasil, malahan tumor Sadi semakin membesar. Pihak RS pun menyarankan agar bocah yang tengah mengeyam pendidikan di bangku SD itu dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Senin lalu, Karyadi bersama istrinya Oom membawa Sadi ke RSCM, pihak dokter RS tidak langsung merawatnya, Sadi diminta untuk kembali menjalani pemeriksaan pada Rabu, 8 Mei kemarin. Saat tiba di RSCM pun teryata Sadi belum mendapatkan kamar perawatan.

“Sejak Senin kemarin kami sudah ke sini, tapi tidak langsung di rawat. Pihak RS meminta kami kembali lagi Rabu, untuk pemeriksaan seperti pengambilan contoh darah dan lain-lain. Tapi setibanya di sini, kami tak dapat kamar, RS penuh,” kata Oom ibu Sadi.

Sebelum akhirnya dibawa ke RSCM, kedua orang tua Sadi sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Sadi. Namun, politikus Partai Demokrat, Saan Mustopa yang mendapat laporan tentang penyakit yang dideita Sadi, akhirnya ikut membantu dan mendampingi Sadi ke RSCM. Sekretaris Fraksi PD DPR ini pun turut meringankan beban ortu Sadi dalam menjalani perawatan Sadi di RSCM.

Semalam, Sadi dan keluarga tengah diupayakan penginapan di rumah singgah RSCM agar tidak bolak balik ke Karawang. Namun, saking penuhnya pasien yang singgah di rumah singgah pun keluarga Sadi tak mendapatkan kamar kosong. Tak lama kemudian, Saan menyarankan agar bermalam rumah dinasnya di kompleks perumahan Anggota DPR di Kalibata Jakarta Selatan.

Orang tua Sadi berharap agar upaya perawatan di RSCM bisa membuahkan hasil, syukur-syukur tumor yang di leher Sadi bisa diangkat.

(K. Yudha Wirakusuma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya