Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Ada Biaya, Faisal Tetap Semangat Melawan Tumor Otak

Isnaini , Jurnalis-Kamis, 31 Oktober 2013 |10:59 WIB
Tak Ada Biaya, Faisal Tetap Semangat Melawan Tumor Otak
Faisal berjuang melawan tumor otak (Foto: Isna/Okezone)
A
A
A

"SAYA ingin cepat sembuh agar bisa kembali bermain sepak bola," ujar remaja pelontos itu menggebu-gebu. Meski sayu, sorot matanya memperlihatkan semangat untuk mengalahkan penyakitnya.

Remaja itu bernama Faisal Darmawan. Usianya baru menginjak 15 tahun, namun begitu besar cobaan yang menimpanya. Di usia yang masih sangat muda, Faisal harus melawan penyakit tumor ganas di kepalanya. Faisal pun harus mengubur impiannya untuk bermain bola saat dirinya divonis menderita penyakit tumor otak pariental kanan.

Bagi Faisal, bermain bola adalah nyawanya. Bukan hanya sekadar bermain atau menyalurkan hobi, dengan kegigihannya, Faisal pernah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Pada 2010, Faisal bersama timnya, berjuang melalui kompetisi kejuaraan sepak bola Meet The World U-12, Indonesia Soccer Academy.

Saat itu tim kesebelasan sepak bolanya meraih juara III, bahkan Faisal mendapat penghargaan pencetak gol terbaik dalam pertandingan kali itu.

Bagai petir di siang bolong, Tanggal 10 Maret 2013, usai Ujian Akhir Nasional (UAN), Faisal terjatuh dan tak sadarkan diri selama dua hari. Di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, dia harus menelan kenyataan pahit saat mengetahui ada gumpalan darah di bagian otaknya.

Mendengar kenyataan pahit itu, Faisal tidak pasrah dan putus asa. Penggemar Klub Liga Spanyol, Barcelona itu justru mencoba bertanding dengan sang penyakit. Faisal mencoba mengalahkan penyakitnya.

Faisal kemudian dirujuk ke rumah sakit kanker Dharmais untuk menjalani operasi pengangkatan sel tumornya. Ditemani sang ayah, Ahdiat Suryawan, 27 Agustus 2013, Faisal menyingkirkan gumpalan darah di otaknya dengan kemungkinan sembuh hanya 30 persen. Anak ketiga dari lima bersaudara itu juga harus menerima konsekuensi yang dipaparkan sang dokter yakni mengalami kelumpuhan syaraf motorik pada tubuhnya dan terancam tidak bisa melihat alias buta.

"Kemungkinan sembuhnya kecil, tapi semangat Faisal untuk mengalahkan penyakitnya besar sekali. Dia sendiri yang menelefon ibunya minta izin mau operasi," ujar Ahdiat saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Robusta IV, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Rabu (30/10/2013).

Faisal harus menjalani serangkaian pengobatan yang memakan biaya besar. Bagi putera dari Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SDN 02 Pagi Pondok Kopi, Jakarta Timur, hampir seluruh biaya pengobatan ditanggung Askes dan Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) untuk keluarga PNS. Untuk tindakan operasi, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp30juta, selain itu, Faisal harus menjalani pengobatan dengan metode kemoterapi obat, harga yang harus dibayar sebesar Rp70 juta untuk paket 46 butir pil temodal.

Cobaan kembali datang, untuk membeli paket pil temodal, plafon pada JPK yang hanya sebesar Rp50 juta tak mencukupi. Adanya peraturan baru dimana plafon JPK milik anggota keluarga lain yang tidak terpakai, tidak bisa disubsidi membuat Ahdiat harus memutar otak menutupi kekurangan biaya.

"Askes hanya meng-cover biaya rawat inap rumah sakit, untuk JPK Plafonnya kurang. Plafon JPK sebesar Rp50 juta sudah digunakan untuk operasi sebesar Rp30 juta, sisanya hanya Rp20 juta, sedangkan untuk membeli paket temodal harus mengeluarkan biaya Rp70 juta. Di situ saya kebingungan mencari biaya," papar Ahdiat.

Demi kesembuhan si buah hati, Ahdiat menyanggupi menyediakan dana yang dimaksud. Ahdiat mencoba mendaftar Kartu Jakarta Sehat (KJS) namun usaha itu terbentur lantaran Ahdiat sebagai PNS golongan IV yang termasuk pendapatan lebih. Akhirnya Ahdiat memutuskan menjual rumah miliknya di Pondok Gede dengan harga Rp55 juta. Namun, pembeli hanya dapat membayar separuhnya saja, maklum jual beli itu terbilang mendadak. Untuk menutupi kekurangan Ahdiat berhutang ke sana-sini.

Faisal pun mulai menjalani operasi dengan kemungkinan sembuh hanya 30 persen, namun semangat juang untuk sembuh mendatangkan mukjizat. Vonis dokter mengenai kelumpuhan yang akan diderita Faisal pasca-operasi tidak terjadi. Faisal tersadar dan bisa menggerakan seluruh anggota tubuhnya.

"Saat selesai operasi, saya lihat tangannya bergerak kemudian kakinya, saya langsung sujud syukur di situ. Semuanya masih bisa berfungsi, hanya mata bagian kiri yang sudah tidak berfungsi. Tapi itu sudah bersyukur," ungkap Ahdiat.

Penggemar Pesepakbola Evan Dimas dan Bambang Pamungkas itu masih harus berjuang untuk rangkaian kemoterapi pil temodal. Dengan semangat, tiap harinya Faisal menelan pil untuk mematikan sel tumornya. Reaksi yang ditimbulkan obat itu cukup keras untuk tubuh Faisal. Rambut Faisal mengalami kerontokan karena radiasi obat, belum lagi efek mual dan muntah yang ditimbulkan obat tersebut.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, 14 Oktober lalu, Faisal diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Kebahagiaan terpancar dari mata anak berprestasi itu. Dia pun meminta keluarganya menggelar pengajian kecil-kecilan sebagai wujud syukur atas kesembuhannya.

Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama, pada saat pemeriksaan rawat jalan, tumor itu belum sepenuhnya hilang dari kepala Faisal. Dokter menyarankan Faisal kembali menjalani serangkaian pengobatan tanggal 6 November mendatang dan membutuhkan biaya sebesar Rp120 juta.

"Tanggal 6 November ini, Faisal harus masuk lagi rumah sakit, namun uangnya belum ada," ujar Ahdiat.

Faisal pun kembali menelan pil pahit untuk kesembuhannya. Semua semangatnya harus terhenti lantaran biaya pengobatan. Siswa penuh prestasi itu harus menunda keinginannya untuk kembali merumput bersama kawan-kawannya demi mengharumkan nama Indonesia di mata Dunia. Faisal juga harus bersabar untuk menjajaki pendidikan tingkat SMA yang tertunda lantaran gangguan kesehatannya.

"Saya berharap bisa berobat untuk menyembuhkan penyakit saya. Saya ingin sembuh. Saya ingin kembali berprestasi," harap Faisal.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement