JAKARTA - Kebijakan Indonesia terhadap Kosovo dinilai tidak konsisten. Indonesia belum mau mengakui kemerdekaan Kosovo, namun di sisi lain mereka mendukung kemerdekaan Sudan Selatan yang kondisinya mirip dengan Kosovo.
Sudan Selatan memerdekakan dirinya tahun 2011 lalu. Negara baru itu memisahkan diri dari Sudan.
"Indonesia bisa mudah mengakui Sudan Selatan, namun pemerintah sulit mengakui Kosovo," ujar mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam dialog tentang Kosovo yang diadakan Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (16/5/2013).
"Indonesia juga mudah mengakui Libya. Padahal rezim mereka berganti, bendera Libya juga berubah," lanjutnya.
Hidayat mengaku merasa malu ketika bertemu dengan warga Kosovo. Mereka selalu bertanya kenapa Indonesia belum mau mengakui kemerdekaan negaranya.
"Mereka bertanya, Indonesia kan negara berpenduduk muslim terbesar. Kenapa hingga kini tidak mau (mengakui Kosovo)," terang Hidayat.
(Fajar Nugraha)