Komentari Pembunuhan Woolwich, Ulama Inggris Dianggap Bodoh

Aulia Akbar, Jurnalis
Jum'at 24 Mei 2013 14:18 WIB
Foto : Baroness Warsi (IST)
Share :

LONDON - Politisi Muslim Inggris Barones Sayeeda Warsi menghimbau televisi agar tidak memberikan jam tayang yang cukup lama untuk ulama garis keras Anjem Choudary. Warsi pun menyebut Choudary bodoh karena komentarnya yang penuh kebencian.

Tepat setelah peristiwa berdarah itu terjadi, BBC menyiarkan program wawancara khusus dengan Choudary, selaku pria yang mengenal pelaku pembunuhan, Michael Adebolajo. Disiarkan pula rekaman demonstrasi yang dihadiri Adebolajo dan Choudary pada 2007. Namun keputusan itu ditentang oleh Warsi.

"Kita semua bertanggung jawab (atas peristiwa itu) termasuk juga media. Sebaiknya, jangan memberikan jam tayang yang cukup lama terhadap para ekstrimis bodoh dan gila itu. Mereka hanya berbicara untuk kepentingannya sendiri," ujar Warsi, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (24/5/2013).

"Yang paling menggembirakan di tengah masalah ini adalah, komunitas Muslim Inggris semakin bersatu, dan mengecam peristiwa pembunuhan itu. Mereka juga mendukung penuh angkatan bersenjata kita," imbuhnya.

Warsi pun berpendapat, dukungan warga Muslim Inggris menunjukan bahwa ada kedewasaan dikalangan warga dalam menyikapi peristiwa itu. Meski demikian, Warsi tetap marah besar dengan media karena mereka memberikan jam tayang lebih pada ulama garis keras pemimpin organisasi Al Muhajiroun itu.

Seperti diketahui, organisasi yang dipimpin Choudary adalah organisasi terlarang yang berada di balik insiden demonstrasi 2010. Selain muncul di BBC, Choudary juga muncul di ITV News dan memberikan komentarnya mengenai peristiwa itu.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya