Kisah Dramatis Bocah 10 Tahun Pertahankan Motor dari 2 Perampok

Irwansyah Putra Nasution, Jurnalis
Senin 27 Mei 2013 17:53 WIB
Arya Dilla Prawinsyah (foto: Jimmy Panggabean/Sindo TV)
Share :

MEDAN - Meski masih berusia 10 tahun, keberanian Arya Dilla Prawinsyah tampaknya bakal menjadi buah bibir di masyarakat. Siapa yang menyangka, siswa kelas dua sekolah dasar tersebut menggagalkan aksi dua pencuri yang akan membawa kabur sepeda motornya.

Upaya pencurian tersebut terjadi di Gang Madrasah, Jalan M Idris, Kota Medan, Sumatera Utara, sekira pukul 13.00 WIB siang tadi. Arya yang sedang mengendarai sepeda motor Scoopy bernomor polisi BK 2927 ACE tiba-tiba dihentikan paksa oleh dua pemuda pejalan kaki.

Dua pelaku lalu membekap mulut sambil memegangi tubuh bocah itu seraya merampas sepeda motornya. Melihat pelaku hendak kabur dengan sepeda motor, Arya tidak tinggal diam. Dia langsung memegang besi di belakang jok hingga terseret dan terjatuh.

Arya pun tidak begitu saja menyerah. Dia bangkit dan berteriak minta tolong sambil mengejar. "Aku pegang motornya hingga terseret dan terjatuh, namun setelah itu aku berdiri kembali sambil berteriak minta tolong," cerita Arya di Medan, Selasa (27/5/2013).

Beruntung, pelaku menghentikan laju kendaraan lantaran akan melintas polisi tidur. Kesempatan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Arya. Dia mengambil batu dan melempar hingga mengenani kepala salah seorang pelaku. Pelaku dan sepeda motor yang mereka tumpangi terjatuh.

"Aku ambil batu dan melemparnya, kena kepala pencurinya. Sepeda motornya oleng dan jatuh, aku terus teriak maling-maling," kisahnya.
  
Warga yang mendengar teriakan korban langsung membantu menangkap pelaku. Kedua pelaku sempat dihakimi sebelum akhirnya dibawa petugas Polsek Medan Baru. Pelaku diketahui bernama Ferdi Tampubolon, warga Kecamatan Medan Petisah dan Ruben Hutajulu, warga Helvetia.

Keberanian Arya itu mengingatkan aksi heroik Abdurahman Assegaf, Ilham, dan Azis, siswa SMPN 3 Ciawi Bogor. Ketiganya berhasil menggagalkan upaya pemerkosaan yang dilakukan Asep Hermawan terhadap seorang siswa MTs di sebuah perkebunan di Desa Cileungsi, Ciawi, Bogor, beberapa waktu lalu.

Dengan garang ketiganya menyelamatkan korban meski pelaku sudah berusaha menyuap mereka dengan rokok dan uang agar tidak turut campur dalam urusannya. "Sempat diajak damai, saya tidak ada urusan dengan dia (pelaku), tidak kenal dengan dia (pelaku) tapi ini kampung saya, kok dipakai zina," kata Aziz.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya