BENGKULU TENGAH - Seorang perempuan di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, sudah 20 tahun terakhir hanya bisa menghabiskan waktunya di atas tempat tidur. Dia tidak bisa berjalan dan berbicara karena menderita lumpuh layu.
Perempuan bernama Siti Sumarni (23), warga Desa Arga Indah 1, Kecamatan Pagar Jati, Bengkulu Tengah, itu menderita lumpuh sejak berusia tiga tahun.
Sahera, ibu Sumarni, Kamis (4/7/2013), mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi anak bungsunya itu karena keluarga tidak punya biaya.
Hasil diagnosis dokter menyebut Sumarni menderita polio. Sahera mengakui tidak satu pun dari anaknya yang diimunisasi polio saat kecil. Hal itu semata karena ketidaktahuannya tentang pentingnya imunisasi. Namun, dari lima anaknya itu hanya Sumarni yang lumpuh. Sehari-hari Sumarni hanya dirawat ibunya.
Bila sang ibu tidak ada, Sumarni akan membunyikan krincingan sebagai tanda panggilan.
Dia berharap ada kebijaksanaan dari pemerintah setempat untuk membantu pengobatan anaknya. Sahera mengaku membutuhkan kursi roda untuk Sumarni agar dia bisa beraktivitas.
Suami Suhera pergi meninggalkan keluarga sejak Sumarni balita. Sejak itu pula Sahera berjuang sendiri menghidupi keluarganya.
(Anton Suhartono)