BEKASI - Kemalangan menimpa Aryo Pamungkas Wibowo (26), warga Kampung Jati RT 01 RW 15 Dusun III, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pemuda yang sebelumnya tumbuh sehat dan normal itu, kini menderita kelumpuhan akibat terjatuh saat mengikuti perlombaan panjat pinang perayaan HUT RI ke-72 tahun 2017 lalu.
Sudah setahun lebih Aryo tak bisa berjalan lantaran tulang ekornya retak kala terjatuh. Tak hanya lumpuh, tubuh Aryo pun semakin kurus dan mengecil hingga terlihat jelas tonjolan tulang-tulang yang hanya dibalut kulitnya.
Selama sakit, Aryo hanya terbaring di dalam rumah dan tak bisa duduk. Setiap ingin melakukan sesuatu, ia selalu dibantu orangtua. Soal makan pun, Aryo harus disuapi layaknya anak-anak. Sementara untuk urusan buang air kecil dan besar, ia terpaksa menggunakan selang. Tak jarang pula tangisan keluar dari bibir pemuda itu, akibat rasa sakit yang dideritanya.
Kedua orang tua Aryo, Abdul Somad (61) dan Nyai (58), saat ini hanya bisa pasrah melihat kondisi sang buah hati. Bagaimana tidak, pekerjaan Abdul yang hanya seorang kuli tani, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Jangankan untuk berobat, untuk biaya transportasi saja sudah tidak mencukupi.
Abdul bercerita, bahwa Aryo sempat mendapat perawatan di rumah sakit pasca terjatuh. Namun kondisi ekonomi yang tak memungkinkan, membuat Aryo terpaksa dirawat di rumah.