"Sudah berapa kali diurut, terus dirawat di rumah sakit juga pernah. Tapi mau bagaimana lagi, karena sudah tidak punya uang, jadi terpaksa dibawa pulang," kata Abdul kepada Okezone, Sabtu (8/9/2018).
Ia mengaku selama ini tidak memiliki satu pun jaminan kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, yang seharusnya dapat mempermudah Aryo mendapatkan pelayanan medis untuk sakitnya.
"Semuanya tidak punya, BPJS dan jaminan kesehatan lain. Mau ngurus sendiri, tapi saya tidak paham. Maklum saja, namanya orang kampung. Saya pernah minta bantuan RT/RW sampai kelurahan untuk ngurus BPJS, tapi yah tak tahu lagi sampai sekarang," ujarnya.
Harapan besar untuk sang anak diberi kesembuhan, juga turut dilontarkan Nyai. Perempuan paruh baya itu ingin sekali membawa Aryo ke rumah sakit, demi mendapatkan perawatan yang tepat untuk sakitnya. Karena selama ini Aryo hanya diberikan obat seadanya oleh keluarga.
"Anak saya kalau tidak dibantu selang, tidak bisa buang air kecil dan besar. Ini pun selangnya sudah 7 bulan belum diganti. Sedih saya lihat kondisi anak saya terus begini," keluhnya.
Nyai sangat berharap Aryo mendapat perhatian dari pemerintah, agar bisa dirawat dan sembuh kembali seperti sediakala. Ia ingin di masa tuanya dan suami, ada sang anak yang menjaga dan mengurusnya.