Ini Alasan Warga & Petani Blokir Jalan Tol Cikampek

Rudi Setiawan, Jurnalis
Kamis 11 Juli 2013 14:07 WIB
Kemaceten di Tol Cikampek akibat pembokiran warga (Streaming Jasamarga)
Share :

KARAWANG - Pemblokiran jalan tol Jakarta-Cikampek di KM 42 hingga 44 menyebabkan kemacetan hingga 40 kilometer dari arah Jakarta dan lebih dari 10 kilometer dari arah Bandung.

Pemblokiran itu pun menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo menelefon langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius untuk segera menuntaskan masalah tersebut. Kapolda yang sedang menggelar rapat koordinasi terkait pengamanan Idul Fitri langsung meninggalkan acara bersama Kapolres Karawang untuk menuju lokasi pemblokiran.

Lantas, apa yang menyebabkan ratusan petani memblokir jalan tol?

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebut, pemblokiran tersebut terkait sengketa lahan yang sudah berlangsung selama 23 tahun.

Serikat petani menunggu ganti rugi dari sebuah perusahaan property ternama di Indonesia. Tanah yang disengketakan berada di tiga desa di Kecamatan Teluk Jambe, yakni Wanaraja, Wanakerta, dan Margamulya.

Petani mengaku ada yang tidak wajar dalam proses pembebasan lahan. Bahkan, mereka menyebut tanah-tanah tersebut diserobot untuk membangun perumahan.

Puncak kekesalan warga diungkapkan dalam bentuk unjuk rasa memblokir jalan tol Jakarta-Cikampek dari dua arah sejak pukul 08.30 WIB. Warga menutup tol dengan kayu, batu, dan ban bekas yang dibakar. Puluhan polisi yang sudah ada di lokasi pagi tadi tidak berhasil menghalangi para petani.

Semburan air dari kendaraan water cannon dan tembakan gas air mata tidak menyurutkan aksi unjuk rasa.

Massa mengaku memblokir jalan tol agar mendapat perhatian luas. Para petani ingin Pemerintah Pusat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan langsung menyelesaikan sengketa yang sudah lama ini.

Para petani mulai melunak setelah polisi melakukan pendekatan persuasif. Sekira pukul 12.00 WIB pemblokiran dibuka dan arus lalu lintas dari arah Jakarta maupun Bandung sedikit demi sedikit mencair.

(Anton Suhartono)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya