JAYAPURA - Pascarusuh antar-pendukung petinju amatir di Nabire, Gubernur Papua, Lukas Enembe, membentuk tim pengawas yang diketuai Bupati Kabupaten Paniai, Hengky Kayame, untuk mengkoordinir bupati-bupati pegunungan tengah Papua untuk menangani peristiwa di Nabire.
Penunjukkan Bupati Paniai dimaksud untuk mengamankan masyarakat di Kabupaten tersebut, agar peristiwa di GOR Kotalama tidak melebar pada kerusuhan.
"Seluruh Bupati-bupati harus bersatu seperti Dogiyai, Deyai, dan Intan Jaya untuk turun ke sana serta mengamankan aset-aset yang ada. Selain itu juga mengamankan masyarakat di Nabire sehingga insiden GOR Kotalama tidak melebar pada kerusuhan," ujar Enembe, Rabu (17/7/2013).
Enembe mengklaim, pembentukan tim tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Bupati Nabire, Isayas Douw, sebab kini menjadi sorotan publik dengan tudingan sebagai penyelenggara acara dan orang yang mempersilahkan masyarakat masuk tanpa karcis.
Enembe mengaku, hingga kini belum mendapatkan laporan secara resmi dari Isayas terkait kerusuhan yang terjadi pada Minggu, 14 Juli malam. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polda Papua untuk melakukan penyelidikan.
Sebanyak 20 orang telah diperiksa sebagai saksi, 13 di antaranya dimintai keterangan. Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat Papua juga telah membentuk tim investigasi yang melibatkan LSM dan wartawan terkait insiden itu. Kerusuhan tersebut menyebabkan 17 orang tewas.
(Risna Nur Rahayu)