PEMALANG - Sebuah gudang penyimpan petasan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meledak. Akibatnya, dua rumah hancur dan seorang tewas mengenaskan dengan jasad yang tak utuh.
Suroso (50), warga Desa Karangtengah, Kecamatan Warungpring, tewas seketika akibat terkena ledakan petasan pada Minggu 21 Juli 2013 sore. Korban tewas saat sedang meracik bahan pembuat petasan. Jenazah korban segera dievakuasi warga dan dimakamkan pihak keluarga tanpa proses autopsi oleh pihak Kepolisian.
Ledakan keras tersebut juga menghancurkan dua rumah, yakni pemilik gudang Fauzan (43) dan Mashari (47). Rumah kakak beradik itu hancur berantakan. Atap dan tembok rumah runtuh serta seluruh kaca jendela pecah.
Dua rumah itu paling parah terkena dampak ledakan karena bahan pembuat petasan disimpan dalam dalam lubang di antara kedua rumah tersebut. Beruntung, saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat sehingga lolos dari maut.
Winatul Hidayah, warga yang yang menempati rumah tersebut, mengatakan, ia terkejut mendengar suara ledakan keras dan bergegas menyelamatkan diri keluar rumah.
Ledakan itu menimbulkan lubang berdiameter 0,5 meter dan kedalaman 0,5 meter. Lokasi tersebut merupakan tempat korban meracik petasan yang akan dijual selama puasa hingga Lebaran. Kuatnya radius ledakan bahkan terdengar hingga tiga kilometer.
Petugas yang datang ke lokasi kejadian memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan sisa bahan-bahan yang diracik korban, yaitu tiga kilogram bubuk belerang, dua kilogram brom, dan lima kilogram floras.
Sementara itu, Kapolsek Warungpring, AKP Suryanto, mengatakan, polisi mengamankan pemilik gudang untuk dimintai keterangan.
“Akibat ledakan tersebut satu orang meninggal dunia dan dua rumah rusak parah,” kata Suryanto.
Kasus ledakan itu masih dalam penyelidikan polisi.