JAKARTA - Dua jenazah terduga teroris yang tertembak di Jalan Raya Pahlawan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, yakni Dayah dan Rizal masih terus diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.
"Dua jenazah Dayah dan Rizal masih dilakukan otopsi untuk pastikan penyebab kematian, identifikasi forensik terkait pemeriksaan DNA yang bersangkutan," ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Ronny F Sompie, di kantornya, Jakarta, Rabu (24/7/2013).
Menurut Ronny, untuk mengidentifikasi secara pasti dua jenazah tersebut, pihaknya membutuhkan data DNA pembanding dari keluarga pelaku. "Kami, juga melakukan pemeriksaan odontologi dan pengambilan sidik jari dari jenazah," sambungnya.
Namun, Jenderal Bintang Dua ini mengatakan sejauh ini Kepolisian belum mendapatkan data pembanding dari pihak keluarga. "Saat ini Kepolisian masih menunggu DNA pembanding dari kedua jenazah," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, kedua teroris ditembak mati dalam upaya penangkapan oleh Densus 88 Antiteror di sebuah warung makan di Tulungagung. Mereka adalah Dayah alias Kim dan Farid alias Rijal.
Keduanya, merupan aktor yang kerap mengirim orang-orang pelaku teror ke Poso dan diduga kerap berhubungan dengan DPO pimpinan teroris Poso, yakni Santoso.
Dalam penangkapan tersebut, Densus 88 juga berhasil menangkap dua terduga teroris dalam keadaan hidup, yakni Mugi Hartanto dan Safari. Keduanya masih terus menjalani pemeriksaan oleh tim berlambang burung hantu tersebut.
(K. Yudha Wirakusuma)