JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo, mengaku belum mendengar kabar ihwal rencana mundurnya Wakil Gubernur Banten, Rano Karno, mendampingi Gubernur Ratu Atut Chosiyah.
"Saya belum pernah dengar Rano Karno mundur jadi saya tidak bisa komentar sekarang," kata dia usai acara survei Sugeng Sarjadi School of Goverment yang dirilis di Wisma Kodel Lt 11, Jl Rasuna Said Blok B-4 Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2013).
Tjahjo menambahkan belum ada laporan dari bintang Si Doel Anak Sekolahan itu soal keinginannya tersebut. "Kan belum ada laporan tentang itu," ujar Tjahjo.
Sebelumnya, Rano Karno dikabarkan ingin mundur dari jabatan Wakil Gubernur Banten dengan alasan merasa hanya jadi "ban serep" oleh Ratu Atut Choisiyah.
Alasan itu diutarakan Rano Karno kepada di PDIP, Dedi Gumelar, pada 4 Juli 2013. Selain tidak mendapat tugas sebagaimana mestinya, Rano juga berkeluh jika Ketua PKK Banten dipegang oleh istri sekretaris daerah. Padahal, jabatan itu setidaknya dipegang oleh istri Wakil Gubernur.
Pada Pilkada Provinsi Banten 2011, pasangan Ratu Atut-Rano Karno diusung 11 partai politik, antara lain, Golkar, PDI Perjuangan, Hanura, Gerindra, PKB, PBB, dan PAN.
Pasangan Atut-Rano yang juga didukung 22 partai nonparlemen memperoleh 61 persen suara pemilih, unggul dari Wahidin Halim-Irna Narulita yang memperoleh 38,39 persen, dan Jazuli Juwaeni-Makmun Muzaki dengan perolehan suara 11,40 persen.
(Stefanus Yugo Hindarto)