KENDAL - Perayaan Syawalan di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyisakan tumpukan sampah. Volume sampah setiap hari meningkat hingga 150 persen dari biasanya, hingga menimbulkan bau tak sedap dan merusak pemandangan.
Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir Jalan Raya Kaliwungu, sangat dikeluhkan para pengguna jalan. Apalagi, area pembuangan sampah di depan Masjid Almutaqin itu juga kerap tercecer di jalan sehingga mengganggu para pengendara.
Akibat peningkatan volume sampah tersebut, petugas Ciptaru Kendal harus bolak-balik mengangkut sampah agar tidak semakin menumpuk. Bila pada hari-hari biasa hanya mengangkut dua truk sampah, namun saat perayaan Syawalan bisa empat kali.
”Tumpukan sampah ini menggangu pemandangan dan bau yang tidak sedap. Hampir tiap hari bau dari sampah ini menyebar hingga pemukiman,” ujar seorang warga, Siti Fatimah, Minggu (18/8/2013).
Sementara itu, seorang petugas Ciptaru Kendal, Nurhidayat, mengatakan, peningkatan volume sampah diperkirakan terjadi hingga sepekan. Sampah-sampah itu selain berasal dari pemukiman warga sekitar masjid, juga dari pengunjung perayaan Syawalan.
”Setiap titik ditempatkan kontainer untuk mengumpulkan sampah agar tidak tercecer. Namun pengunjung terkadang membuang sampah sembarangan,” keluh Nurhidayat.
Sampah-sampah itu nantinya akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Darupono yang kondisinya sudah penuh tumpukan sampah. Warga berharap, petugas kebersihan mengangkut tumpukan sampah lebih cepat agar tidak menganggu aktivitas.