Mendaki Gunung Kendang, Mahasiswa ITB Tak Pamit ke Orangtua

Yuwono (Wahyu), Jurnalis
Kamis 07 November 2013 11:16 WIB
Ilustrasi pendaki (foto: Hari Istiawan)
Share :

CIMAHI - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Joan Tobit Sigalingging (23) yang hilang di Gunung Kendang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sejak akhir Oktober lalu, rupanya tidak pamitan ke orang tuanya saat akan mendaki. Orang tua berharap Tobit segera ditemukan.

“Dia tidak pamitan mau mendaki,” aku Surlina Samosir, ibunda Tobit saat ditemui di kediamannya, di Puri Cipageran Indah, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin

Surlina mengaku terpukul dan sempat tak percaya atas kabar hilangnya Tobit. Dia mengetahui putranya hilang setelah mendapat kabar dari teman-teman kampus anaknya. “Tanggal 4 November teman-teman anak saya datang, dan memberi tahu kalau Tobit hilang kontak sajak berangkat mendaki,” terangnya.

Setelah mengetahui Tobit hilang, keluarga langsung berkoordinasi dengan pihak kampus serta kepolisian untuk melakukan pencarian. “Kami keluarga berharap anak kami segera ditemukan dalam keadaan sehat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Tobit berangkat dari kampusnya menuju Pangelengan menggunakan sepeda motor pada 26 Oktober sekira pukul 05.30 WIB. Pada pukul 11.00 WIB, Tobit yang berangkat seorang diri memberi tahu rekan-rekannya telah sampai di Esa Kendang.

Pada 27 Oktober sekira pukul 18.00 WIB, Tobit melaporkan melalui telefon bahwa dirinya telah tiba di puncak Gunung Kendang. Tobit tiba ke puncak setelah melalui jalan naik-turun dan melelahkan. Ia lalu meminta dijemput keesokan harinya di Desa Neglawangi.

Sehari setelah itu sekira pukul 10.00 WIB, Tobit masih menghubungi rekannya namun tidak diangkat. Saat dihubungi kembali dua jam kemudian, Tobitlah yang tidak mengangkat telefon. Keesokan harinya pada 29 Oktober, nomor Tobit sudah tidak bisa dihubungi.

Sejumlah warga menyebut ada seorang berciri-ciri fisik seperti Tobit yang melakukan pendakian pada 26 Oktober sekira pukul 14.00 WIB. Pendaki tersebut menitipkan motornya di PT Sedep yang ada di sekitar lokasi. Setelah dicek, ternyata sepeda motor tersebut benar milik Tobit.

Namun, Kepala Desa Kepala Desa Neglawangi, Mahmud mengatakan, dalam seminggu terakhir tidak ada pendaki yang melapor. Kepala RW dan Ketua DKM Kampung Papandangan juga membenarkan hal serupa.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya