Indonesia Kekurangan Pilot

Margaret Puspitarini, Jurnalis
Minggu 01 Desember 2013 15:14 WIB
Foto : Kemenhub
Share :

JAKARTA - Indonesia mengalami krisis pilot. Dari total 15 lembaga pendidikan pilot saat ini, baru menghasilkan 300 pilot per tahun. Sementara jumlah pilot yang dibutuhkan 700 orang.

Pendapat tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Yudhi Sari Sitompul. Dia mengungkap, hingga saat ini, industri maskapai dalam negeri masih banyak menggunakan SDM dari luar negeri.

"Angka ini memang belum sebanding dengan kebutuhan pilot kita. Kami mencatat ada sekitar 500 pilot asing yang bekerja di sejumlah maskapai penerbangan Indonesia. Ini terjadi bukan karena masalah kualitas, tapi memang karena kita kekurangan SDM pilot," papar Yudhi, seperti disitat dari siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (1/12/2013).

Berdasarkan data lembaga penerbangan internasional, lanjutnya, untuk wilayah Asia Pasifik membutuhkan tenaga pilot sebanyak 13.983 ribu. "Jumlah ideal yang dibutuhkan oleh 10 negara Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, kalau kita hitung sekitar 1.400 pilot," ujarnya.

Untuk para lulusan pendidikan pilot, pihaknya juga bekerja sama dengan maskapai penerbangan di dalam negeri, mulai dari Garuda Indonesia, Lion Air, dan sebagainya. Banyak di antara mereka yang langsung bekerja di maskapai. "Bagi lulusan terbaik, menjadi rebutan," imbuh Yudhi.

Secara umum, Yudhi melihat terbatasnya jumlah pilot di dunia, menjadi peluang bagi negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) besar seperti Indonesia. Apalagi gaji pilot yang cukup tinggi di luar negeri bisa menjadi sumber devisa negara.

“Gaji pilot di luar cukup besar. Untuk yang sudah berpengalaman bisa mencapai USD25 ribu (Rp293 juta). Bayangkan jika ada ratusan atau ribuan pilot di Indonesia bekerja di luar negeri. Ini membanggakan karena pekerjaannya bagus,” tutupnya. (mrg)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya