JAKARTA – Bantaran Kanal Banjir Timur (KBT), tepatnya yang berada di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, longsor.
Bantaran tersebut longsor dengan kedalaman sekira 1,5 meter dan panjang 15 meter. Selain bantaran, tiga segmen sheetpile atau tembok penahan dengan panjang total 36 meter mengalami keretakan lantaran bergeser sejauh 25 sentimeter dari posisi semula.
Lonsor tersebut terjadi pada Kamis 6 Febuari 2014. Penyebabnya, diduga karena curah hujan yang tinggi di kawasan itu hingga membuat permukaan tanah turun dan sheetpile terdorong.
"Ini akibat curah hujan selama ini yang berlebihan. Ya, di mana-mana juga kan banyak longsor. Mau diperbaiki, dilurusin, dan mau diperkuat lagi," kata Katno, salah seorang pelaksana proyek, saat ditemui wartawan, Rabu (12/2/2014).
Rubianto, Direksi Pekerjaan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum, menyatakan berupaya membenahi trase yang rusak tersebut secepatnya. Dalam cuaca normal, pengerjaan perbaikan ini dapat rampung sekira tujuh hari. Menurutnya, jika tidak segera dibenahi, sheetpile akan terus bergeser.
"Kalau tidak hujan, setidaknya dalam seminggu, atau maksimal 10 hari sudah selesai. Kami khawatir jika tidak dibenahi sekarang, hujan lebat akan membuatnya tergeser sedikit-sedikit. Makanya, cepat kami tangani," kata Rubianto.
Rubianto menjelaskan, bergesernya sheetpile sejauh 25 meter dari posisi semula membuat pile cap atau beton tutup topi dari sheetpile mengalami keretakan. Perbaikan dapat dilakukan dengan beberapa metode, yakni memasang ground anchour agar dapat menahan beban lateral dari timbunan tanah di belakang sehingga sheetpile tidak bergeser.
Setelah itu, jangkar akan dipancang untuk mengaitkan sheetpile dengan kawat baca yang akan menarik kembali tembok. Sementara metode lainnya dengan mengurangi beban tanah yang ada di sekitar sheetpile yang bergeser tersebut dan memindahkannya ke lokasi lain.
"Bisa juga kita kurangi beban tanah yang ada di sini. Penggunaan metode pengerjaan bergantung konsultasi. Maka, kami akan panggil konsultan dulu untuk metode-metodenya," papar Rubianto.
Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja tengah memperbaiki longsoran tersebut. Satu alat berat jenis backhoe digunakan untuk mengeruk tanah di bekas longsoran untuk diuruk kembali. Trase kering yang berada di atas sheetpile yang bergeser sudah dapat dilalui kendaraan dengan dibatasi traffic cone.
(Carolina Christina)