JAKARTA - Aksi kriminal anggota geng motor semakin meresahkan masyarakat. Aksi teranyar, perampokan dan pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pemuda tanggung yang menamakan dirinya Tangky Boy's di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, mengatakan, maraknya aksi kriminal yang dilakukan geng motor bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian.
"Peran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) kurang maksimal. Jangan urusi olahraganya saja, sedangkan masalah pemuda tidak tersentuh, padahal tanggung jawab dia," kata Bambang kepada Okezone, Rabu (19/2/2014) malam.
Menurut dia, peran kepolisian dalam memberantas aksi kriminal geng motor lebih dominan ketimbang Menpora.
"Kalau tidak ambil tindakan tegas, baru polisi turun. Koordinasi Menpora dan Polri itu perlu. Saat ini lebih banyak polisi yang menindak, sedangkan membina anak mudanya kurang. Padahal ini kewajiban Menpora," jelasnya.
Untuk menekan aksi kriminal geng motor, lanjut dia, Kemenpora harus memfasilitasi pemuda sehingga aktivitas mereka bisa positif.
"Ini harus dilihat perspektifnya apa. Masalah itu tidak bisa dilihat kebrutalan geng motor. Itu semua karena faktor pembinaan geng motor dan penyaluran tidak ada. Menpora harus memikirkan genenerasi muda ke depan. Berikan tempat untuk menyalurkan bakat, berikan fasilitas! Kalau tidak, persoalan ini akan karut marut," pungkasnya.
(K. Yudha Wirakusuma)