Michael Bimo Putranto Blak-Blakan Soal Proyek Bus TransJakarta

Stefanus Yugo Hindarto, Jurnalis
Selasa 11 Maret 2014 15:33 WIB
Share :

JAKARTA- Michael Bimo Putranto akhirnya angkat bicara terkait tudingan, bila dirinya terlibat dalam permainan proyek Bus TransJakarta. Bimo disebut-sebut terlibat dalam proses lelang bus TransJakarta. Bahkan, Bimo yang disebut sebagai tim sukses Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi Jokowi.

Bimo diduga menjadi orang yang menolong mantan Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono saat akan dicopot Jokowi pada tahun 2013. Padahal, ketika itu, posisi Udar di ujung tanduk karena bermasalah. Lantas, apa tanggapan Bimo terkait tudingan itu?

“Semua itu tidak benar, saya tidak pernah bermain proyek. Kalau bermain sepakbola iya, karena saya Pasopati,” kata Bimo saat berbincang dengan okezone, Selasa (11/3/2014).

Dia pun mempertanyakan, tentang pemberitaan sebuah media nasional yang mengupas tuntas keterlibatannya dalam proyek bus berkarat tersebut. “Saya sadar diri. Saya ini cuma karyawan biasa, saya hanya pengagum Jokowi. Memang saya kenal dengan dia saat saya masih sama-sama jadi tukang kayu, bisnis meubel dengan Jokowi di Solo. Saya kenal dia sejak 2002. Pemberitaan itu sumbernya dari mana?” katanya.

Bimo juga membantah bila dirinya adalah tim sukses pemenangan Jokowi dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Namun, dia mengakui kenal dengan Jokowi. “Bukan tim sukses, tidak benar itu. Saya memang menjadi tim sukses Jokowi saat pemilihan Wali Kota Surakarta tahun 2005, saat Jokowi pertama kali mencalonkan diri. Tapi pada 2010 saya sudah tidak ikut-ikutan lagi. Buat apa tim sukses, dibiarkan saja dia juga sudah menang kok,” katanya.

Pengusaha Properti asal Solo ini menegaskan, dirinya juga bukan Dewan Penasehat Organda Jakarta seperti yang selama ini diberitakan. “Wong dilantik saja tidak pernah,” katanya.

Bimo mengatakan, upaya untuk menyudutkan dirinya di kasus proyek pengadaan bus hanyalah bentuk luapan sakit hati segelintir orang terhadap dirinya. “Saya tahu siapa yang menyebarkan berita itu, tapi saya tidak akan sebut. Orang itu hanya sakit hati sama saya,” katanya.

Diapun heran dengan pemberitaan tersebut, yang menyebutnya dekat dengan Mantan Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono. “Saya ini siapa, mana mungkin dia itu Kepala Dinas. Katanya saya pernah mencegat Jokowi , tiga hari setelah pelantikan. Padahal saya diajak, dan saat itu saya nunggu Jokowi sampai sikil (kaki) saya mlentung (bengkak) ” katanya.

Ditegaskan Bimo, dia juga tidak pernah ke China untuk melobi produsen bus Ankai. “Saya pernah ke China, tapi ikut Aditour. 100 persen saya tidak pernah ke Ankai. Wong saya bahasa Inggris saja cuma bisa i love you, dan i need you, masa saya melobi. Sekarang tanyakan saja kepada pemenang tender, apakah kenal dengan saya atau tidak,” kata dia.

Bila KPK, berencana untuk memeriksa dirinya terkait kasus pengadaan bus berkarat itu. Bimo pun mengaku siap diperiksa. “Saya sangat mendukung upaya penegakan hukum, silakan saja diperiksa,” tutupnya. 

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya