SURABAYA - Sari Agustiani, Pemilik Yayasan Insan Cita Elang Rahmatullah (Incerah) di Dusun/Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto membatah jika bayi-bayi di tempat tersebut tidak jelas asal-asulnya.
Meski ada beberapa bayi hasil dari hubungan gelap, namun pihak yayasan mengaku mengantongi sejumlah identitas si penitip bayi tersebut.
"Semua bayi memang belum punya akte lahir. Ada beberapa yang dari hubungan gelap, tapi kami tidak menyebutnya demikian karena terlalu sadis. Yang terpenting kami di yayasan merawat bayi tersebut," kata Sari kepada Okezone, Kamis (27/3/2014).
Ia menjelaskan, bayi-bayi yang dititipkan itu tidak ada perjanjian adopsi atau yang lain. Menurut Sari, ada orangtua dengan membawa bayi, datang Yayasan Incerah, sehingga data-data penitip bayi tersebut dikantongi oleh Yayasan.
"Mereka ada orangtuanya, tapi memang ada beberapa orangtua yang menitipkan bayi itu kemudian hilang komunikasi dengan kami," ujarnya.
Sari menambahkan, rata-rata bayi yang dititipkan ke Yayasan Incerah berasal dari keluarga yang tidak mampu. Pihak Yayasan menilai, meski bayi tersebut hasil hubungan gelap lebih baik dititipkan Yayasan seperti ini, daripada harus ditelantarkan di jalan.
"Masih lebih baik dititipkan meski hasil hubungan gelap daripada ditelantarkan di jalan," tambah perempuan yang menjadi dosen di salah satu PTN di Surabaya ini.
Ia juga berharap kepada pihak pemerintah untuk membantu kepengurusan akta lahir anak-anak tak berdosa ini. "Ya hikmah yang diambil dari polemik ini, semoga bisa membantu kelangsungan Yayasan," tukasnya.
Sebelumnya, warga di Dusun/Desa Seduri memprotes atas berdirinya sebuah penampungan bayi. Warga curiga, tempat tersebut diduga digunakan untuk perdagangan bayi serta tindak pidana lainnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)