PRAHA - Insiden penangkapan yang dialami oleh diplomat Indonesia di Praha, Republik Ceko dinilai kurang ajar. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha, ingin mengajukan protes terhadap pihak Ceko.
"KBRI ingin mengajukan protes kepada Kementerian Luar Negeri Ceko," ujar Pejabat KBRI Ceko Wahono Yulianto, seperti dikutip Prague Post, Senin (28/4/2014).
"Kami mengkritik tindakan tanpa kompromi yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Diplomat kami baru dibebaskan setelah satu jam setengah, meskipun mereka akan memberikan bukti dokumen diplomatik," lanjutnya.
Setelah penggerebakan di Gedung Islamic Foundation, polisi masih tampak berjaga-jaga. Mereka sebelumnya memasuki bagian kantor dari dari gedung itu untuk mencari penerjemah buku The Fundamentals of Tawheed.
Buku yang ditulis oleh Abu Ameenah Bilal Philips ini dinilai menyebarkan kebencian. Selain itu, buku tersebut juga berisi unsur-unsur rasismen, anti-semit, xenofobia dan kekerasan terhadap ras inferior.
Sementara Juru Bicara Polisi Khusus Ceko Pavel Hantak mengatakan, pihaknya berhasil menangkap seorang pria berusia 55 tahun dalam penggerebekan. Dalam penggerebekan, sekira 20 orang dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi. Beberapa dari mereka dideportasi dari Ceko.
Hanak membantah informasi bahwa pasukan membawa senjata dan bahan peledak ke gedung tersebut.
(Fajar Nugraha)