Rekaman Rapat FPJP Diputar, Boediono Tampak Gelisah

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Jum'at 09 Mei 2014 10:45 WIB
(Foto: Heru Haryono/Okezone)
Share :

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman isi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) di awal sidang dugaan korupsi pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, yang menghadirkan Wakil Presiden Boediono sebagai saksi.
 
JPU memutarkan rekaman RDG pada tanggal 5 November, 13 November, 14 November, 15 Nopember, 16 November dan 20 November 2008.
 
Sambil duduk di kursi saksi, Boediono terlihat menyimak rekaman tersebut secara detai. Mantan Gubernur BI ini sesekali tampak cemberut sambil berusaha mengingat isi rapat yang rekamannya sedang diputar.
 
Dia juga terlihat gelisah dan tak nyaman memberikan kesaksian untuk terdakwa dugaan perkara korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Budi Mulya.
 
Sesekali terlihat, Boediono mengerakkan badannya ke kanan dan kiri saat mendengar rekaman. Dia juga sempat menyandarkan bahunya ‎saat menyimak rekaman.
 
Dalam rekaman rapat yang pertama kali diperdengarkan, yaitu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16 November 2008, secara samar terdengar Boediono mengatakan telah berkoordinasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tengah berada di luar negeri mengenai kondisi Bank Century dan diarahkan untuk mencari solusi terbaik.
 
Dengan ditekankan supaya tidak ada bank gagal sehingga akan berdampak pada bank lain. Kemudian, Boediono selaku Gubernur BI ketika itu mengarahkan supaya bawahannya memberi landasan dasar hukum sebagai pembenaran pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek buat Bank Centu‎ry.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya