SOMA - Otoritas Turki mengambil langkah mengejutkan terkait peristiwa ledakan tambang di negaranya. Langkah mengejutkan tersebut adalah disiapkannya kuburan massal untuk para korban yang tewas.
Dilansir dari RTE, Jumat (16/5/2014), sampai saat ini jumlah korban insiden tersebut telah mencapai 280 orang. Namun, belum bisa dipastikan apakah kuburan massal yang disiapkan akan digunakan untuk menguburkan jenazah seluruh korban.
Kejadian ledakan tambang di Soma memang bisa dikategorikan sebagai salah satu kecelakaan tambang terparah di seluruh dunia. Pasalnya, jumlah korban yang terus bertambah dan sulitnya upaya evekuasi semakin memperparah insiden itu.
Akibatnya, Pemerintah Turki pun harus terkena getahnya. Protes atas standar keselamatan kerja menjadi salah satu tuntutan yang dibawa para demonstran kepada Pemerintah Turki.
Untuk meredakan situasi, PM Recep Tayyep Erdogan dan Presiden Abdullah Gull memutuskan membatalkan acara kenegaraan demi mengunjungi lokasi tambang. Tak sampai di situ, Turki juga menetapkan hari perkabungan nasional atas insiden tersebut.
(Andreas Gerry Tuwo)