JAKARTA - Fisikawan berpengaruh Albert Einstein terkenal atas kejeniusannya. Memiliki IQ 160, Einstein pun menjadi salah satu acuan kepintaran seseorang.
Einstein meninggal karena pendarahan internal pada 18 April 1955. Dia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Princeton, New Jersey, Amerika Serikat pada usia 76 tahun.
Merujuk pada laman American Museum of Natural History, seperti dilansir Huffington Post, Sabtu (7/6/2014), dokter di rumah sakit tersebut menyarankan pembedahan otak. Namun, ide itu ditolak Einstein dengan pernyataan, "Sangat hambar menjalani hidup secara buatan."
Setelah kematiannya, jasad Einstein dikremasi. Namun, Neatorama melansir, otak Einstein diambil tanpa persetujuan keluarganya. Ahli patologi rumah sakit Princeton, Thomas Stoltz Harvey adalah orang yang memimpin otopsi, mengambil otak Einstein dan menyimpannya di dalam toples. Dia dipecat dari pekerjaannya karena menolak mengembalikan organ tersebut.
Bertahun-tahun kemudian, Harvey mendapatkan izin dari anak tertua Einstein, Hans Albert, untuk mempelajari otak Einstein. Dia mengirimkan irisan-irisan otak Einstein kepada para peneliti di berbagai negara.
Temuan tentang otak Einstein
Salah satu peneliti tersebut adalah Marian Diamond dari UC Berkeley. Dia menemukan, dibandingkan orang biasa, Einstein memiliki sel glial jauh lebih banyak di bagian otak yang berfungsi mensintesa informasi.
Dalam studi lainnya, Sandra Witelson dari McMaster University menemukan bahwa otak Einstein tidak memiliki banyak "kerutan" yang dikenal sebagai fisura Sylvian. Witelson berspekulasi bahwa anatomi tidak biasa ini yang menyebabkan sel-sel otak Einstein mampu berkomunikasi lebih baik.
Studi lainnya memperlihatkan bahwa otak Einstein lebih padat. Selain itu, inferior parietal lobe, yang diasosiasikan sebagai bagian otak yang menjalankan fungsi matematis, lebih besar dari otak orang kebanyakan.
Pada era 1990-an, Harvey pergi menemui cucu Einstein di California. Didampingi penulis lepas, Michael Paterniti, Harvey menyimpan otak Einstein dalam toples di dalam truknya. Pengalaman ini dia tuliskan menjadi buku Driving Mr. Albert: A Trip Across America with Einstein's Brain.
Di mana otak Einstein sekarang?
Di usia 85 tahun, tepatnya pada 1998, Harvey menyerahkan otak Einstein ke Dr. Elliot Krauss, staf patologi di Princeton University.
Bagian lain dari otak Einstein dikabarkan masih tersebar di berbagai negara. Pada 2011, sekira 46 bagian otak Einstein dipamerkan di Mutter Museum dan perpustakaan sejarah medis di Philadelphia.
Potongan otak Einstein lainnya juga dipamerkan di museum Wellcome Collection London pada Maret hingga Juni 2012.
Dikompilasi dari Huffington Post, Science Kidz dan Neatorama
Ikuti Try Out SBMPTN 2014 Hanya di Kampus Okezone
(Rifa Nadia Nurfuadah)