KUALA LUMPUR - Kejadian tenggelamnya kapal Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) di perairan Sungai Air Hitam, Selangor Malaysia, segera direspons cepat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia.
Hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan dari tim satuan tugas (Satgas) Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur ke tempat penampungan korban di Balai Polisi Telok Panglima Garang dan Kantor Bea Cukai Klang. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno.
Di samping melakukan kunjungan, KBRI Malaysia tengah fokus untuk mencari korban hilang.
"KBRI Malaysia akan terus berkoordinasi dengan Otoritas Malaysia, khususnya Kepolisian, Imigrasi, dan Badan Maritim untuk mencari korban yang belum ditemukan," sebut pernyataan resmi KBRI di Malaysia kepada Okezone, Kamis (19/6/2014).
Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, KBRI Malaysia berkerjasama dengan Pemerintah Malaysia sepakat melakukan program pemulangan WNI dan TKI ilegal melalui jalur resmi. Pemulangan tersebut pun dipastikan dilakukan dengan biaya yang wajar.
(Andreas Gerry Tuwo)