JAKARTA - Permukiman padat di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur kembali dilanda banjir. Hingga pukul 08.00 WIB ketinggian banjir mencapai sekira 1,5 meter. Kendati demikian, belum ada warga yang mengungsi akibat banjir kali ini.
Menurut salah satu warga, Agus (40), banjir yang melanda tempat tinggalnya bukan yang pertama kali terjadi dalam sebulan terakhir. Banjir yang lebih parah sempat terjadi pada Minggu 27 Juli lalu atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri.
"Kalau sekarang tingginya hanya 1,5 meter. Jadi tidak sampai merendam lantai dua, tidak perlu ngungsi. Waktu H-1 Lebaran banjirnya sekira dua meter sampai tiga meter. Yang sudah mudik sampai kembali lagi ke sini karena khawatir rumahnya," ungkap Agus saat ditemui di lokasi, Selasa (4/8/2014).
Kampung Pulo merupakan salah satu permukiman yang rutin dilanda banjir. Terutama jika hujan deras mengguyur wilayah Bogor dan menyebabkan Kali Ciliwung meluap.
Pemprov DKI berencana merelokasi warga yang menetap di kawasan bantaran kali tersebut ke rumah susun. Saat ini, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk warga Kampung Pulo sedang dibangun di lahan bekas area Kantor Suku Dinas Teknis yang berada tak jauh dari permukiman warga.
Agus berharap, banjir dapat segera diatasi dan warga Kampung Pulo tidak lagi mengalami kebanjiran pada masa mendatang terutama pada lebaran tahun berikutnya.
"Sudah cukup setiap tahun lebaran kebanjiran. Semoga saja pemerintah cepat menangani Kampung Pulo sehingga tidak kebanjiran lagi, terutama saat lebaran," jelasnya.
Sementara itu, Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu menyebutkan, akibat hujan yang melanda kawasan Bogor dan sekitarnya Kali Ciliwung mulai meluap sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Luapan Kali Ciliwung tersebut menggenangi rumah warga dan mencapai puncaknya sekira pukul 06.00 WIB.
"Ketinggian air sekira 20 cm hingga 150 cm dengan radius 15 meter dari bantaran kali," katanya.
Dikatakan Bambang, banjir menggenangi tujuh dari delapan RW yang ada di wilayah Kampung Melayu. Meski demikian, dari 1.508 keluarga dengan 3.427 jiwa yang terdampak banjir, belum ada warga yang mengungsi.
"Total yang terdampak tujuh RW dan 47 RT dengan 1.508 KK atau 3.427 jiwa. Sejauh ini tidak ada pengungsi," jelasnya.
(Dede Suryana)