JAKARTA - Tawuran yang melibatkan SMK Adi Luhur Condet dengan SMK Budi Murni hingga menewaskan seorang siswa bernama Oka Wira Satya, ternayata sudah direncanakan. Kedua kubu sekolah tersebut memang telah berjanji untuk bertemu dan berkelahi di tempat yang ditentukan.
R, salah satu siswa SMK Adi Luhur mengatakan, sehari sebelum kejadian, para siswa telah sepakat untuk tawuran di Jalan Pondok Gede Raya, tepatnya Traffic Light Kramik, perbatasan Kramat Jati-Makasar. Kesepakatan itu dibuat hanya dengan mengandalkan media sosial dan nomor telepon.
"Memang sudah direncanain. Buat perkenalan siswa baru, kita mau tawuran. Sudah telepon-teleponan mau tawuran," kata siswa kelas XII SMK Adi Luhur itu, Sabtu (16/8/2014).
Menurut dia, hal tersebut sudah biasa dilakukan oleh kedua sekolah yang memang musuh bebuyutan sejak lama. Hanya saja, pada hari nahas itu, yang datang ke lokasi tawuran tidak hanya siswa dari sekolah Budi Murni saja. Kata R, banyak alumni yang sudah lulus datang dan ikut menyerang mereka.
"Itu yang nyerang kami banyak alumni. Sudah tua-tua. Sementara kita itu paling banyak kelas satu, karena memang rencananya tawuran ini semacam penataran untuk anak baru," ucapnya.
R menerangkan, dalam tawuran tersebut pihak lawan menyerang dengan membawa senjata tajam. Menurutnya hampir semua memegang senjata tajam. Sedangkan, di kubu SMK Adi Luhur tidak banyak yang memegang senjata tajam.
"Mereka pegang senjata seorang satu. Sedangkan kita hanya beberapa orang saja yang pegang senjata. Kita terpukul mundur," ungkapnya.
R dan kawan-kawan berencana membalas perlakuan siswa SMK Budi Murni dalam waktu dekat.(fid)
(Ahmad Dani)