JAKARTA - Sebanyak 163 pelajar dari beberapa sekolah di Jakarta Timur ditangkap petugas Kepolisian karena telah melakukan aksi penyerangan dan perusakan fasilitas di SMK 29 Jakarta.
Dari tangan pelajar, polisi menemukan dua senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksinya.
Kepala Kepolisian Sektor Kebayoran Baru AKBP Nazly Harahap mengatakan dua buah senjata tajam yang disita yaitu arit dan celurit bergagang kayu. Senjata itu diketahui dibawa oleh pelajar.
"Dua senjata tajam yang kita amankan, arit dan celurit," ujar Nazly, Senin (8/9/2014).
Saat ini, kata Nazly, kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Ratusan pelajar yang diketahui berasal dari enam sekolah di Jakarta Timur yakni SMK Rahayu Mulya, SMK Dharma Surya, SMK Budi Warman, SMK Tri Sastra, SMK 52, dan SMK Supopindo Cibubur, juga telah diangkut dengan menggunakan sebuah mobil milik Polsek Kebayoran Baru dan dua buah metromini 610.
"Sudah dibawa ke Polres semua," jelasnya.
Diketahui, pada Senin sore sekira pukul 17.00 WIB, ratusan pelajar datang secara bergerombol dengan menggunakan bus PPD 213 jurusan Grogol-Kampung Melayu, dan langsung menyerang murid SMK 29 Jakarta.
Para pelajar tersebut juga melakukan aksi perusakan sejumlah fasilitas sekolah. 30 unit kendaraan bermotor juga menjadi sasaran kebrutalan pelajar. Dikabarkan satu orang pelajar SMK 29 Jakarta berinisial I, terluka di bagian dada dan dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati.
(Kemas Irawan Nurrachman)