JAKARTA - Ita Susilawati (19), warga Dusun IX, Kampung Sido Keno, Desa Suka Damai Barat, Asahan, tak menyangka mengalami peristiwa aneh dalam hidupnya.
Awal 2010, wajah Ita yang cantik, tiba-tiba saja menjadi tua layaknya nenek-nenek berusia 70 tahun. Alis dan kelopak matanya turun hingga ke pipi, wajahnya berkerut.
Sejak menderita penyakit misterius, dia tak pernah didampingi suaminya, Hendra Effendy, yang tidak diketahui keberadaannya. Selama delapan hari, dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Abdul Manan Simatupang. Serangkaian pemeriksaan pun dilakukan tim dokter yang berasal dari berbagai bidang kesehatan.
Dokter ahli paru menyimpulkan diagnosis sementara bahwa Ita mengalami radang paru (pneumonia). Dokter ahli kandungan menilai menopause prekoks (menopause dini) dan dokter ahli bedah menyatakan menderita hernia. Sementara itu, ahli kulit dan kelamin menilai Ita mengalami pruritus (gatal pada kulit) serta divonis mengalami kelainan hormon oleh dokter ahli penyakit dalam.
Setelah menjalani serangkaian pengobatan, pada 28 Februari 2010 Ita menghembuskan nafas terakhirnya. Namun, menjelang dimakamkan, wajahnya berubah total seperti sebelum dia menderita penyakit misterius ini.
Guratan kecantikan semasa hidup terlihat jelas saat jenazah dimandikan.Wajahnya yang dulu menua dengan alis dan kelopak mata turun hingga ke pipi, terlihat kembali seperti sedia kala. Yang lebih mengherankan, wajahnya tampak kembali muda. Lekuk-lekuk wajahnya yang sempat rusak kembali normal hampir sempurna. Kejadian ini sempat menjadi perhatian ratusan pelayat.
Sepeninggal Ita, keluarganya tetap mendorong agar kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, Hendra Effendy, tetap dituntaskan. Keluarga telah memberikan kuasa kepada LBH Medan (Pos Asahan-Tanjungbalai).
(Susi Fatimah)