BANDUNG - Kebersatuan dengan alam adalah ciri khas masyarakat sunda. Di mana psikologi orang sunda adalah bentuk pola keberagamaannya yang dibangun secara sosial dan budaya.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengatakan ketauhidan dan keberagamaan orang sunda itu ada dalam perilaku dan karakter hidupnya. Sehingga, tidak harus menjadi pembeda antara budaya dan agama karena memiliki keterkaitan satu sama lainnya.
"Kita bisa melihatnya bagaimana ramahnya orang sunda, mereka murah senyum, berprilaku sopan ketika berjalan, gotong royong. Hingga menjaga alam dalam kesehariannya, bertani dengan ukuran sebenarnya hal itu menurut saya adalah ketauhidan kebergagamaan orang sunda dalam kehidupannya," jelas Dedi dalam seminar psikologi sunda dan penandatanganan MoU antara Pemkab Purwakarta dengan Fakultas Psikologi Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (8/11/2014).
Dia pun menceritakan istilah "SA" dalam artikulasi bahasa sebagai bentuk membangun kesatuan, dalam orang sunda yang memaknainya sebagai tak terhingga.