Isu Warga Nunukan Pindah Kewarganegaraan Malaysia Tidak Benar

Raiza Andini, Jurnalis
Sabtu 15 November 2014 08:50 WIB
Isu Warga Nunukan Pindah Kewarganegaraan Malaysia Tidak Benar (ilustrasi)
Share :

JAKARTA - Dua hari yang lalu, Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan perihal warga Nunukan, Kalimantan, yang menjadi warga negara Malaysia. Alasan mereka pindah ke Negeri Jiran lantaran tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, membantah kabar tersebut. Hal ini dikonfirmasi berdasarkan informasi yang diterima Irianto dan dari Camat Lumbis Ogung, Daud, serta pernyataan peserta pejabat Pemerintah Daerah setempat yaitu Bupati Nunukan, H. Basri, dan Komandan Korem 091, Brigjen TNI Nono Suharsono.

“Pemberitaan mengenai eksodus warga dari sejumlah desa di Kecamatan Lumbis Ogung Kabupaten Nunukan ke wilayah Sabah Malaysia tidak sesuai dengan fakta dan kondisi di lapangan saat ini,” jelasnya lewat surat elektronik yang didapat wartawan, Sabtu (15/11/2014).

Lewat pengamatan dan hasil koordinasi bersama Kementrian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan serta sejumlah aparat pengamanan se-tempat. Tidak ditemukan adanya pergerakan warga Nunukan yang berpindah kewarganegaraan ke Sabah, Malaysia.

“Berdasarkan pengamatan di lapangan oleh instansi teknis dan Pemda serta hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Darat dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan, tidak ditemukan eksodus WNI dari desa Kinokod, Simantipal dan Sinapad kewilayah Malaysia,” terangnya.

Sebelumnya, warga perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memilih berpindah tempat tinggal dan menjadi warga negara Malaysia. Warga beralasan hal itu dikarenakan desakan ekonomi, kebutuhan pendidikan, dan minimnya pelayanan kesehatan di kampung halaman.

Kepala Desa Samunti, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Pagalu di Nunukan, mengatakan, jumlah warga yang telah pindah tempat tinggal ke wilayah Kota Kinabalu Negeri Sabah, Malaysia, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dari total 85 KK di desanya.(fid)

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya