Namun, dia memastikan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh akan mencabut keanggotan HM Prasetyo dari partai.
"Ya, diminta jaminan bahwa calon itu keluar dari NasDem dan harus independen begitu jadi Jaksa Agung," tegasnya.
Sebelumnya, ICW meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak salah pilih menempatkan sosok pada lembaga lembaga strategis penegakan hukum tersebut.
"Jokowi tidak boleh salah pilih Jaksa Agung mengingat pos jabatan tersebut sangat penting dan strategis dalam penegakan hukum. Jaksa Agung harus berintegritas, memiliki kapasitas, paham teknis hukum dan terbebas dari konflik kepentingan," jelas Koordinator ICW, Ade Irawan kepada Okezone.
Melihat hal itu, kata Ade, HM Prasetyo tidak tepat untuk dijadikan Jaksa Agung. Pasalnya, selama di korps adhyaksa tidak ada prestasi besar yang dihasilkannya. Terlebih lagi saat ini, dia sudah menjadi politisi, sehingga konflik kepentingan dengan partai akan sangat kentara.(fid)
(Dede Suryana)