Ahok Akan Paksa Warga Jakarta Naik Angkutan Umum

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Kamis 18 Desember 2014 12:38 WIB
Ahok Akan Paksa Warga Jakarta Naik Angkutan Umum (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku belum mengevaluasi larangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat.

"Baru sehari apa yang mau dievaluasi? Kita kan memang mau rancang, yang mau dievaluasi itu apa?" kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Yang kini tengah dikaji, kata Mantan Bupati Belitung Timur, adalah upaya pihaknya agar tarif parkir motor tidak lagi dihitung per jam. "Kita lagi berpikir bagaimana tempat parkir itu hanya bayar sejam, berlaku seharian," ujarnya.

Kendati, hal itu tidak menjamin bagi para pemotor untuk pindah menggunakan bus atau moda transportasi lainnya.

"Tapi kalau itu kan bisa jadi orang cuma markir doang, enggak naik bus juga. Makanya nanti bus-bus itu pun tidak akan ada yang gratis, kita harus pakai e-money, sehingga yang naik bus itu walaupun tidak bayar, dia mesti tap. Sehingga nanti dihubungkan dengan tempat parkir. Orang yang punya karcis langganan naik bus Transjakarta, itu bisa bayar parkirnya murah," terangnya.

PT Transjakarta yang baru berfungsi bulan Januari 2015, membuat Ahok beserta jajarannya terus melakukan perbaikan. "Masalahnya apa saja, termasuk ocehan orang, marah-marahnya orang di Twitter, macam-macm ini, namanya orang naik motor pasti enggak senang ini, enggak apa-apa. Kita kumpulin, baru kita plot," ucapnya.

Pada prinsipnya, Ahok ingin menetapkan parkir murah, dengan catatan pembayaran dilakukan terintegerasi ketika mereka menggunakan bus Transjakarta dengan memiliki karcis langganan.

"Misalnya parkir sejam dua ribu, ya mungkin bayar sejam saja, tapi syaratnya kamu harus punya karcis bus langganan Transjakarta. karena yang bus tingkat kan dioperasikan oleh Transjakarta juga," terangnya.

Hal itu diterapkan sebagai salah satu upaya agar mendorong masyarakat Jakarta menggunakan transportasi umum. "Nah, untuk ngikat dia gimana? Kamu beli sebulan (karcis langganan). Sama kaya Tranjakarta kita mulai ikat pelan-pelan nih. kamu mesti beli karcisnya Rp40.000, supaya sayang kalau kamu enggak naik," tandasnya. (fmi)

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya