JAKARTA - Kebijakan Jokowi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi membuktikan bahwa masukan-masukan dari tim ekonomi ke presiden beberapa waktu lalu, kurang disertai pertimbangan matang.
“Kebijakan baru ini seakan membenarkan bahwa kebijakan yang dikeluarkan sebelumnya (menaikkan harga BBM) tidak disertai dengan analisa yang matang. Ini menunjukkan bahwa tim ekonomi di Kabinet Kerja telah memberikan masukan yang lemah dari sisi kajian kepada presiden Jokowi,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar M. Misbakhun.
Terlepas dari kurang tepatnya pertimbangan yang diberikan kepada Presiden sehingga kebijakan kenaikan harga BBM akhirnya diambil, Misbakhun tetap mengapresiasi langkah Jokowi melakukan koreksi kebijakan.
“Saya sangat menghargai dan mendukung kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi karena alasan harga minyak dunia yang punya kecenderungan terus menerus turun,” cetusnya.