Cabut Jam Malam, Lima Bom Guncang Baghdad

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 08 Februari 2015 10:13 WIB
Petugas keamanan berjaga-jaga di sekitar lokasi pemboman di Baghdad. Lima ledakan terjadi menjelang pencabutan jam malam di Irak. (Foto: Reuters)
Share :

BAGHDAD - Menjelang pencabutan jam malam di Irak, lima ledakan bom terjadi di Baghdad. Peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai puluhan orang lainnya.

Sebagian besar korban dalam kelima serangan bom tersebut adalah penduduk sipil. Salah satu serangan merupakan bom bunuh diri di sebuah restoran di lingkungan Shiah. Serangan lainnya berasal dari bahan peledak yang ditanam di distrik perdagangan yang ramai.

Selama 11 tahun, Irak menerapkan jam malam bagi penduduknya. Pencabutan jam malam dan demiliterisasi beberapa wilayah di Baghdad merupakan upaya untuk menormalisasi kehidupan di ibu kota Irak tersebut.

Para pejabat setempat berharap dapat memperlihatkan bahwa Baghdad tidak lagi menghadapi ancaman dari ISIS. Namun, penghapusan jam malam ini mengundang pro dan kontra dari penduduk Baghdad.

Menurut salah seorang warga di distrik Karrada, Perdana Menteri Haider al-Abadi, telah melakukan hal yang benar dan berani, dengan keputusan ini. "Hal ini akan sangat menguntungkan bagi kami, karena kami merasa terpenjara selama 11 tahun terakhir," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Minggu, (8/2/2105).

Pihak lain mengkritik penghapusan jam malam ini. Mereka melihat hal tersebut akan memberikan para geng kriminal kebebasan untuk beroperasi. Penghapusan jam malam akan menambah beban kerja para petugas keamanan.

"Anda dapat melihat bahwa keadaan tidak seperti sebelumnya. Pemboman kembali terjadi," kata seorang pemilik toko di Shourja.

Seorang petugas keamanan Baghdad juga berpendapat kebijakan ini akan berdampak buruk bagi keamanan di Baghdad. Dengan berakhirnya jam malam, petugas keamanan terus berjaga-jaga atas kemungkinan terjadinya pemboman dan tindak kriminal, seperti penculikan yang semakin marak sejak musim panas lalu.

Peraturan jam malam telah membatasi kehidupan di Baghdad. Warga Baghdad menanti berakhirnya peraturan ini dengan perasaan bercampur aduk, penuh dengan antisipasi, juga ketakutan.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya