TERNATE - Tidak ada pesan khusus atau wasiat yang diberikan Sultan Ternate, H Mudaffar Sjah, jelang akhir hayatnya. Hanya saja, kepada keluarga, kerabat dan seluruh warga, anggota DPD-RI asal Maluku Utara (Malut) itu kerap menekankan agar selalu rukun dan saling menjaga kebersamaan dalam hal apapun.
“Tidak ada wasiat atau pesan khusus dari mendiang. Namun beliau sering menekankan agar selalu saling menjaga keharmonisan, jangan lagi ada konflik di kesultanan,” kata Nuzuludin Sjah, salah satu anak Sultan Ternate, Kamis (19/2/2015) siang.
Selain menyampaikan pesan yang sering disampaikan sang ayah, Nuzuludin yang akrab disapa Ngofa (anak) Ul itu, juga mengucapkan terima kasihnya pada pekerja pers yang selalu memberitakan keadaan Sultan selama dirawat di rumah sakit.
“Saya mewakili keluarga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan pers tanpa pandang lelah selalu memberitakan keadaan Pak Sultan selama dirawat di rumah sakit. saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku Utara yang tidak henti-hentinya berdoa untuk beliau,” tutup Nuzuluddin..
Sementara itu, kepergian Mudaffar Sjah menyisakan duka mendalam bagi warga Ternate dan sekitarnya. Selama ini, Mudaffar dianggap sebagai sosok yang dituakan dan tempat meminta nasihat.
“Beliau adalah pelindung dan pengayom. Daerah ini sudah kehilangan sosok luar biasa dan figur yang benar-benar merakyat. Selain itu, keberadaan beliau juga cukup berpengaruh dan diperhitungkan di negara ini,” ujar seorang warga Wiwid.
Seperti diberitakan, Mudaffar Sjah meninggal dunia di usia ke-80 dini hari tadi di Rumah Sakit Pondok Indah. Jenazahnya dibawa ke Ternate siang ini dan dijadwalkan tiba pukul 17.00 WIT.
(Risna Nur Rahayu)