“Dari berbagai kerjasama tersebut, saya menilai Brasil lebih membutuhkan Indonesia dibandingkan sebaliknya,” imbuh Tantowi.
Pembatalan agenda pemberian credential oleh Dubes Toto kepada pemerintah Brasil diduga kuat sebagai bentuk protes mereka atas vonis hukuman mati dari Pemerintah Indonesia kepada warga negara Brasil , Marcos Archer Cardoso. Dia dieksekusi Januari silam karena terlibat kasus narkoba. Satu warga Brasil lainnya, Rodrigo Gularte, masih menunggu kepastian eksekusi karena kasus serupa.
“Kita sedang dalam posisi darurat narkoba, oleh karenanya Pemerintah tidak boleh takut apalagi tunduk oleh tekanan-tekanan seperti yang sedang ditunjukkan oleh Brasil dan Australia,” tutup Tantowi.
(Hendra Mujiraharja)