Ekspedisi De Houtman Hingga Tewas di Tangan Malahayati

Randy Wirayudha, Jurnalis
Kamis 02 April 2015 06:46 WIB
Ilustrasi Wikipedia
Share :

Perjalanan mereka pun diteruskan sepanjang garis pantai utara Pulau Jawa. Masalah kembali terjadi ketika mendarat di Pulau Madura, di mana beberapa awak kapal ditangkap akibat kematian seorang Pangeran Madura. De Houtman terpaksa bayar denda untuk membebaskan para awak kapalnya.

Petualangan De Houtman tak berhenti sampai di situ. Untuk pertama kalinya, dia bisa menjalin hubungan dagang dengan Raja Bali sesampainya di Pulau Dewata. Pada 26 Februari 1597, De Houtman bisa mendapatkan beberapa pot merica.

Persoalan lain baru kembali terjadi ketika De Houtman dalam perjalanan pulang. Saat harus singgah di Kepulauan St. Helena di Afrika dari nusantara, mereka harus menghadapi bentrokan dengan kapal-kapal Portugis.

De Houtman akhirnya bisa pulang dengan selamat ke Belanda, namun De Houtman harus menemui titik akhir hidupnya pada perjalanan kedua. Sesampainya di Aceh, mereka terlibat konflik dengan pasukan “Inong Balee”. De Houtman yang bertarung duel dengan Laksamana Malahayati, tewas pada 11 September 1599.

Ekspedisinya itu jadi inspirasi buat sejumlah kongsi dagang Belanda lainnya untuk berani menjelajah nusantara, kendati juga harus menghadapi persaingan dengan Portugis. Di sisi lain, ekspedisi De Houtman ini jadi fase tersendiri soal awal masuknya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) ke nusantara.

(Randy Wirayudha)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya