JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai penyerangan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai ancaman terhadap demokrasi yang tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa.
Anies menyebut korban merupakan sosok yang konsisten menyuarakan tanda-tanda kemunduran demokrasi bersama aktivis lainnya. Karena itu, ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap perjuangan demokrasi.
“Ini adalah serangan terhadap pribadi yang memperjuangkan demokrasi,” ujar Anies di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Ia mengatakan, peristiwa tersebut tidak mungkin dilakukan secara sporadis oleh satu atau dua orang, melainkan mengindikasikan adanya perencanaan dan pengorganisasian.
“Dari awal ini bukan kriminal biasa. Tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu dua orang secara sporadis. Ini terlihat terencana dan terorganisir,” katanya.