JAKARTA - Kehadiran sejumlah situs radikal sudah lama meresahkan publik dan berpotensi mempengaruhi pikiran masyarakat.
“ Jika dibiarkan, dikhawatirkan mengganggu proses kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan,” kata Imam Malik dari Center for Religious Studies and Nationalism Surya University (CRSN) kepada media, Jumat (3/4/2015).
Menurutnya, sebaran paham radikalisme di masyarakat makin mengkhawatirkan karena sudah merasuki anak muda berpendidikan. “Kami melakukan survei terhadap 100 mahasiswa dan ternyata banyak dari mereka yang mengaku tidak pernah mengklarifikasi info keagamaan yang ia dapat. Ini mengagetkan kami,” ujarnya.
Para responden ditanya soal aktifitas mereka di dunia maya terkait info keagamaan. 85 persen responden yang mengaku mencari info itu lewat internet dan menyatakan bahwa mereka tak pernah mencoba mengklarifikasi informasi yang mereka dapat.