JALALABAD - Serangan bom bunuh diri mengguncang sebuah wilayah di timur Kota Jalalabad, Afghanistan. Bom bunuh diri yang menewaskan 33 orang dan melukai lebih dari 100 orang itu terjadi di luar sebuah bank.
Kepala polisi setempat, Fazel Ahmad Sherzad, mengatakan polisi akan menyelidiki kesaksian para saksi mata soal ledakan dari bom kedua, setelah melihat orang-orang tergesa-gesa berlari mendekati lokasi kejadian untuk membantu polisi.
”Itu adalah serangan bunuh diri,” ujar Sherzad, melalui konferensi pers, seperti dikutip Reuters, Minggu (19/4/2015).
“Bom itu diletakkan di dalam mobil. Sangat dini untuk mengatakan apa jenis bahan peledak milik pengebom bunuh diri itu,” lanjutnya.
Mendengar serangan bom bunuh diri tersebut, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, menuduh Kelompok Taliban yang berafiliasi dengan ISIS, bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kelompok Taliban dilaporkan telah membantah tuduhan Presiden Ghani atas serangan bom bunuh diri itu, meskipun mereka kerap mengklaim melakukan gelombang serangan di Afghanistan.
”Itu adalah tuduhan jahat, kami sangat mengutuk itu,” tegas juru bicara Kelompok Taliban, Zabihullah Mujahid, kepada Reuters.
Kelompok Taliban kerap melakukan serangan sejak digulingkan dari kekuasaannya di Afghanistan pada 2001 oleh invasi NATO.
(Hendra Mujiraharja)