Israel dilaporkan pernah mengancam Palestina untuk membekukan pendapatan pajaknya jika negeri itu diterima anggota PBB. Palestina pun sempat kewalahan ketika Israel membekukan pendapatan pajaknya, mengingat anggaran Palestina masih bergantung kepada bantuan Israel.
Ketika itu, Pemerintahan Israel dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. Dengan terpilihnya kembali Netanyahu sebagai PM Israel melalui pemilihan umumnya pada bulan Maret 2015, Pemerintah Palestina cukup pesimis bisa melepaskan diri dari pengaruh Israel.
Oleh karena itu, ajang pertemuan internasional seperti KAA ini benar-benar digunakan bagi Palestina untuk menggalang dukungan.
(Hendra Mujiraharja)