KBRI Yaman Dibom, Menlu Harus Panggil Dubes Arab Saudi

Gunawan Wibisono, Jurnalis
Selasa 21 April 2015 11:25 WIB
Ketua DPR Setya Novanto (Foto:Okezone)
Share :

JAKARTA Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman dibom rudal pasukan Koalisi Arab Saudi. Gedung tersebut menjadi korban salah sasaran. Ketua DPR Setya Novanto angkat suara perihal peristiwa ini.

Dia pun menyayangkan di tengah konflik, Indonesia justru ikut terseret menjadi korban di dalamnya. "Ini tentu saya sangat menyayangkan kejadian terhadap Gedung KBRI kita, memang situasi konflik yang ada tidak seperti di Indonesia yang dalam keadaan damai," ujar Setya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (21/4/2015).

 

Politisi Partai Golkar hasil Munas IX Bali juga mendesak kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi untuk mengundang Duta Besar-Duta Besar dari Koalisi Arab Saudi untuk menyelesaikan masalah pemboman KBRI di Yaman itu.

"Untuk menyelesaikannya dan bisa terselesaikan secara baik," ungkapnya.

Setya juga meminta kepada Menteri Retno untuk mengkaji dari serangan bom tersebut, bagaimana apakah akan melakukan penarikan kedutaan besar Indonesia di Yaman atau tidak. "Menlu untuk lebih meneliti dan dan menindaklanjuti secara teliti supaya sebab dan musababnya itu lebih jelas. Kerena ini memang suatu hal di luar dugaan kita itu masuk kepada pihak KBRI kita," tuntasnya.

Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Repatriasi dan Bantuan Sosial Kementerian Luar Negeri RI Aji Surya mengatakan, KBRI di Sanaa, Yaman, terkena bom yang mengakibatkan dua orang staf KBRI luka ringan.

Ia menambahkan. bom tersebut menghancurkan 90 persen dari Gedung KBRI.

Atas hal tersebut, Menlu Retno Marsudi mengungkapkan, pemerintah masih terus mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Yaman. Total yang sudah dievakuasi sebanyak 1.988 orang.

Retno menjelaskan, dari 1.988 WNI, 1.369 sudah sampai di Indonesia. Sisa 619 WNI masih dalam perjalanan menuju tanah air. Ia merinci 619 WNI tersebut berasal dari Jizan sebanyak 117 WNI, Ciboty 98 WNI‎, dan Salalah 404 WNI.

 

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya