nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rudal Houthi Hantam Parade Militer Yaman, Tewaskan Lebih dari 30 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 17:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 01 18 2086505 rudal-houthi-hantam-parade-militer-yaman-tewaskan-lebih-dari-30-orang-P5qugYawIC.jpg Foto: Reuters.

ADEN – Kelompok Houthi menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone ke sebuah parade militer di Aden, Yaman pada Kamis, 1 Agustus, yang merupakan posisi yang dikuasai pemerintah Yaman yang didukung Saudi. Sumber medis dan keamanan mengatakan bahwa serangan tersebut menewaskan lebih dari 30 orang.

Seorang saksi mata Reuters mengatakan melihat sembilan mayat di tanah setelah sebuah ledakan menghantam sebuah kamp militer milik pasukan Sabuk Keamanan Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab, salah satu negara anggota koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi Houthi.

Berdasarkan keterangan sumber keamanan dan medis di Yaman yang dilansir Reuters, Kamis, (1/8/2019), serangan tersebut menewaskan sedikitnya 32 orang. Organisasi Medecins Sans Frontieres mengatakan melalui sebuah tweet bahwa puluhan orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit akibat serangan itu.

Saluran resmi Houthi, Al Masirah TV mengatakan kelompok itu telah meluncurkan rudal balistik jarak menengah dan pesawat tanpa awak bersenjata dalam serangan itu. Parade tersebut digambarkan digelar sebagai persiapan untuk langkah militer yang akan dilancarkan terhadap provinsi-provinsi yang dikuasai Houthi.

Parade itu "digunakan untuk mempersiapkan serangan Taiz dan Dalea," kata Al Masirah mengutip juru bicara militer Houthi.

Tidak ada komentar langsung dari pemerintah Yaman atau koalisi mengenai klaim Houthi itu.

Sumber militer pro-pemerintah mengatakan bahwa Brigadir Jenderal Muneer al-Yafee, seorang sosok komandan kelompok separatis selatan turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

"Ledakan itu terjadi di belakang dudukan tempat upacara berlangsung di kamp militer Al Jalaa di distrik Buraiqa di Aden," kata saksi Reuters. "Sekelompok tentara menangisi mayat yang diyakini sebagai komandan."

Yafee baru saja turun dari panggung untuk menyambut tamu ketika ledakan terjadi. Bendera milik bekas perwira Yaman Selatan itu dan bendera anggota koalisi terkemuka lainnya berkibar ketika band militer sedang menunggu isyarat untuk mulai bermain.

Sementara itu dalam serangan terpisah di distrik lain Aden pada Kamis, sebuah mobil bermuatan bahan peledak menghantam sebuah kantor polisi, menewaskan tiga tentara. Tidak jelas apakah insiden itu terkait dengan serangan yang dilancarkan Houthi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini